Dalam keadaan marah Andrea memilih pergi ke markas. Dimana semua anak langsung menunduk ketakutan saat tahu Bosnya datang. Belum lagi Josephine juga memberikan beberapa foto orang yang berani merampok barang miliknya. Berlian yang seharusnya menjadi miliknya, sekarang ada di tangan orang lain.
“Keluarga Kim…” Andrea tersenyum kecil dan mengambil pistol barunya.
Bisa dibilang keluarga Kim adalah pemberontak. Dia paling tidak suka jika Andrea yang menduduki status sebagai Bos Mafia, walaupun identitasnya tersimpan rapat. Tidak banyak orang yang mengetahui hal itu. Dulu keluarga Kim bekerja di bawah tangan Andrea, tapi karena melakukan penggelapan dana dan juga beberapa berontak Andrea tak lagi membutuhkan dia Dan meminta keluarga Kim untuk pulang ke asalnya, sayangnya saat ini keluarga Kim tengah berulah. Dan tidak mungkin juga Andrea tinggal diam, karena dia sangat menginginkan berlian itu untuk hidupnya.
“Benar-benar menyusahkan.” guman Andrea.
Wanita itu memilih pergi dari markas. Untung saja tadi dia bisa kabur dari Keano yang terus saja memaksakan diri untuk ikut dengannya. Dengan alasan jika dia akan pergi bersama Leo, akhirnya Keano pun mengalah dan mengantar Andrea ke kampus untuk mengambil mobilnya.
Dan sekarang wanita itu tengah menuju ke sebuah bangunan tua, dimana keluarga Kim tinggal. Menatap rumah itu dengan mata yang memicing, Andrea bisa melihat dari kejauhan jika keluarga Kim sedang bermain dengan anak perempuannya yang masih kecil. Mungkin itu anak Kim yang keempat atau lima, karena pria itu bercita-cita ingin memiliki anak laki-laki. Sayangnya hampir setiap tahun istri Kim hanya melahirkan anak perempuan.
Mengambil senjata sambil membidik kepala Kim, saat ingin menarik pelatuk pistolnya. Andrea pun menatap anak kecil itu yang tertawa begitu kencang. Andrea jadi ingat saat dia bermain dengan Mamanya dulu, menghabiskan waktu seharian untuk bercanda tawa dan saling tukar cerita. Dan nyatanya sampai saat ini Andrea belum bisa move on dari Mamanya yang udah ninggalin Andrea dari umur tujuh tahun.
Dan sekarang wanita itu bimbang antara mau menembak atau tidak. Yang jelas jika Kim mati, tidak hanya istrinya yang sedih tapi kelima anaknya pun akan sedih dan mengalami hal yang sama seperti Andrea. Mengingat hal itu Andrea pun meletakkan pistolnya di bawah kakinya, dan menatap langit-langit yang begitu buruk.
“Kenapa harus ingat? Toh aku harus membunuhnya juga kan?” guman Andrea sedih.
“Harusnya aku menarik pelatuknya, dan membuat isi kepalanya keluar. Tapi anak itu---” Andrea menghentikan ucapannya dan menatap Kim sekali lagi. “Apa aku juga akan membunuhnya? Biar aku tidak merasa bersalah? Mungkin itu hal yang baik.”
Setidaknya saat mereka mati mereka tidak akan terpisah. Mereka bisa bersama selain di bumi dan juga di akhirat mereka akan selalu bersama. Itu tandanya Andrea harus membunuh tujuh orang sekaligus kan?
“Tidak boleh gegabah, aku harus menyusun rencana untuk hal ini. “ guman Andrea lagi.
Wanita itu mengambil satu kotak rokok dan juga pemantiknya, lalu menyalakannya dan mulai menghisap benda panjang kecil itu dengan nikmat. Seolah asap rokok itu mampu membuat beban hidup Andrea terangkat.
Jujur saja Andrea lelah jika harus bersikap seperti ini. Menyembunyikan identitas aslinya, agar tidak dibunuh banyak orang. Merubah cara berpakaian dan juga cara bicaranya pula, agar tidak ada yang tahu siapa Andrea sebenarnya. Dia ingin hidup normal tanpa ada bayang-bayang rasa bersalah dan dosa. Sayangnya Andrea masih sakit hati dengan William yang sudah berani membunuh Mamanya. Orang yang paling dicintai Andrea seumur hidupnya, dan sekarang telah meninggalkan Andrea.
Dia sudah bersumpah atas nama Mamanya jika Andrea akan membunuh pria tua itu, dan membuat ketujuh anaknya menderita. Setelah itu barulah Andrea akan pergi dari kehidupan lamanya. Dia akan menjalani hidup normal di negara orang, yang tidak tahu siapa Andrea saat ini.
Karena tidak ada yang diperbuat, Andrea memilih pergi dari gedung tua itu. Dia pun memasuki mobilnya, dengan sengaja lewat depan rumah Kim. Dan benar saja Kim sedang memangku anak nya di teras rumah, menikmati secangkir teh hangat dan juga beberapa cemilan. Bisa-bisanya dia bersikap santai dan tidak merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan.
“Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang Kim!!”
****
“Andrea aku dengar berlian yang kau inginkan hilang. Apa itu benar?” tanya Leo saat melihat anak perempuannya pulang tengah malam.
Bukannya menjawab Andrea lebih dulu pergi ke dapur. Membuat secangkir coklat panas dan duduk disamping Leo. Wanita itu langsung menjelaskan berlian yang membuat Andrea jatuh cinta untuk pertama kalinya. Berlian yang hanya ada beberapa biji itu, mampu memberitahu dunia jika dia adalah orang yang paling berkuasa di dunia. Sayangnya berlian itu diambil oleh Kim. Dimana berlian itu akan dijual dengan harga fantasi.
“Lalu apa rencanamu?” tanya Leo yang mulai serius.
“Tanpa aku jelaskan, Papa tahu apa yang ingin aku lakukan.”
Leo menepuk bahu anak perempuannya dengan lembut. Dia pun langsung memeluk Andrea dengan penuh kasih sayang. Kalau Andrew tidak bisa menjadi penerusnya masih ada Andrea untuk meneruskan menjadi penguasa di dunia kegelapan.
“Pa tolong cari tahu keluarga William dia ada dimana. Karena waktuku tidak banyak untuk mencari tahu siapa William.”
“Iya aku akan mencari informasi soal itu. Tapi apa kamu sudah menemukan anaknya William?”
Andrea menggeleng dia belum menemukan anak dari William sama sekali. Yang katanya anak William satu kampus dengan Andrea, entah bagaimana wujudnya Andrea belum tahu betul hal itu.
“Cukup sulit, kalau Papa dapat informasi tentang William. Aku pasti bisa menemukan anaknya pula.”
“Papa percaya padamu Ea. Sekarang kapan kau akan mengizinkan Papa untuk menikah dengan Aunty Angel?”
Andrea menghela nafasnya berat dan melepas pelukannya dari Leo. Dan sekarang nyatanya Andrea tidak tahu harus berbuat apa dan menjawab apa. Bukannya dia tidak suka Aunty Angel, cuma Andrea belum siap jika melihat Leo menikah dan memiliki anak kecil. Dimana Andrea akan menjadi kakak yang jahat untuk adik tirinya nanti. Dan hal yang tidak diinginkan Andrea akan terjadi terulang atau tidak?
“Papa boleh nikah sama Aunty Angel, tapi nanti setelah aku menangkap William.” ucap Andrea.
Dia merasakan firasat yang buruk kali ini, dimana pernikahan ini akan menjadi pernikahan yang tak diinginkan Andrea. Semua orang akan banyak yang tewas dan penyebabnya adalah William. Dia masih menginginkan tahta Andrea untuk ketujuh anaknya.
Mendengar hal itu Leo pun diam, kenapa dia tidak berpikir sampai sana. Tapi bukannya mereka bisa melakukan pernikahan secara sembunyi?
“Walaupun sembunyi atau tidak, tapi tetap saja mereka akan tahu jika yang menikah itu adalah Papa. Dan Ea nggak mau hal itu terjadi untuk kedua kalinya. Jadi Ea mohon sama Papa, untuk menikah saat Ea sudah menangkap William.”
Leo mengalah dia pun mengangguk setuju, dia akan menikah saat Andrea sudah menangkap William. Setidaknya jika William tertangkap, penembakan itu tidak akan terulang dan membuat trauma untuk Andrea.
Karena hari sudah hampir pagi, Andrea memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Meninggalkan Leo yang masih berdiam diri di ruang tengah rumah ini. Tangannya mengambil ponsel miliknya dan menelpon seseorang.
“Siapkan helikopter untuk besok!! Aku harus pergi bersama Angel!!”
****
Keesokan harinya Andrea pergi ke kampus pagi-pagi buta. Semalam ada yang tahu identitas Andrea siapa, dan meminta wanita itu untuk menemuinya di gedung fakultas paling ujung. Andrea tersenyum saat tahu jika ada orang yang tahu siapa Andrea. Bukannya ini adalah permainan yang harus dilakukan oleh Andrea bukan?
"Berapa uang yang kau inginkan?” ucap Andrea saat dia baru saja berdiri di depan pria itu.
“Tidak banyak aku hanya ingin satu miliar dollar untuk menutup mulutku.”
Alis Andrea terangkat satu, dia pun menatap pria di depannya dengan mata yang memicing. Pria itu tahu jika laki-laki tua di pinggir jalan, Andrea yang menembaknya. Makanya saat ini dia tengah mengancam dan juga mencoba memeras Andrea dengan jumlah uang yang besar. Dan nyatanya pria itu salah mencari lawan, tidak mungkin Andrea mau mengeluarkan uang sebanyak itu, walaupun dia mampu Andrea tidak akan memberikan sepeserpun padanya.
“Rahasiamu ada ditanganku. Hidupmu ada di genggamanku, jika kau tidak mau menuruti apa yang aku mau. Akan aku pastikan jika video dan fotomu akan menyebar luar di kampus ini.”
Ancaman sambal seperti itu tidak mungkin membuat Andrea takut. Dia pun mengambil lipstik miliknya dan dia berikan pada pria itu. Bahkan Andrea juga meminta pria itu untuk mengatakan kata terakhirnya.
“Apa maksudmu? Aku tidak butuh kata terakhir, apalagi lipstik itu. Sangat tidak bermutu sama sekali.” cibir pria itu dan membuat Andrea tersenyum.
“Baiklah tidak ada kata terakhir dan juga sapaan. Itu tandanya kau telah siap. Mari aku bawa kau ke tempat yang paling indah, sesuai keinginanmu.”
Andrea mendekat dia pun langsung mengarahkan lipstik itu tepat di jantung pria itu. Tetu saja bukannya takut pria itu malah tertawa kecil, seakan dia tengah menertawakan Andrea kali ini. Sampai akhirnya Andrea menekan tombol belakang lipstik itu dan membuat pria itu langsung melotot.
Kalau dilihat mata pria itu bisa saja lepas dari tempatnya jika mata itu ingin. Dan bahkan saat tangan pria itu ingin menyentuh bahu Andrea, wanita langsung menepis tangan pria itu dan membuatnya terjatuh begitu juga ponselnya.
“Dari awal aku sudah bilang, ucapkan kata terakhirmu. Dan kau menganggapku remeh. Inilah hasilnya jika kau ikut campur dengan urusanku, Baron.”
Andrea mengambil ponsel Baron dan membungkusnya dengan sapu tangan. Lebih tepatnya dia harus menghapus foto Andrea dan juga video penembakan siang itu. Karena sampai saat ini berita itu masih panas karena menurut banyak orang, banyak yang merasa ganjil dengan kematian pengusaha itu.
Setelah menghapus semuanya Andrea kembali mengembalikan ponsel itu di tangan Baron. Agar tidak ada yang tahu jika sidik jari Andrea.
“Aku sudah membuat penawaran, tapi kamu menolak. Harusnya kamu berpikir dua kali sebelum memeras aku. Dan kau--salah cari lawan bung!!”
Andrea memilih pergi, tapi saat membalik badannya Andrea dikejutkan oleh Cinta, Audy dan juga Aubrey yang berdiri melongo melihat apa yang Andrea lakukan.
“Kau gila ya, ini kampus Ea.” pekik Cinta panik.Dia bahkan sampai menatap sekeliling gedung ini dan berharap tidak ada cctv atau orang yang lewat dan melihat aksi Andrea.
“Aku tahu ini kampus. Tapi dia sudah mengancamku, dan aku tidak suka diancam.” jawab Andrea tak terima.
“Aku tahu tapi tidak seperti ini juga. Kau bisa membunuhnya Ea.” sahut Audy dengan bibir yang bergetar.
Dia tahu seperti apa Andrea, tapi apakah hal semacam ini nyawa menjadi taruhannya? Dan hal itu dibenarkan oleh Andrea, siapapun yang berani mengancam atau mengganggu hidupnya, dia akan berurusan dengan pistol kecil di tangannya ini. Karena Andrea adalah tipe wanita yang tidak suka diganggu apalagi masalah privasi. Lebih baik hidup orang itu berakhir jika harus berhadapan dengan Andrea.
Cinta berniat untuk menyeret pria itu agar tertutup di dinding gedung. Tapi sayangnya Andrea langsung menepis tangan Cinta dan mengajak mereka untuk pergi. Masih bersyukur kalau ada orang yang bisa menemukan jasad Baron. Kalau tidak ya mungkin saja anak itu akan membusuk di gedung itu sampai menjadi tulang dan juga baju saja.
“Bisa tidak jangan melakukan hal yang membuat dirimu dalam bahaya. Aku tau kau ini siapa, tapi kau membunuh orang yang tidak bersalah Ea.” ucap Cinta kesal.
“Kecilkan suaramu, atau aku akan memenggal kepalamu.”
Cinta kesal dia pun menghentakkan kakinya dan pergi begitu saja. Sedangkan Andrea dia malah memilih pergi ke perpustakaan untuk tidur. Ini sudah jam siang dan tidak mungkin dia tidak tidur. Saat memejamkan matanya Andrea berpikir jika dia akan menyamar sebagai babysitter Kim untuk anaknya yang masih kecil. Dengan begitu Andrea bisa membunuh satu keluarga itu sekaligus dalam satu hari.
“Ide yang bagus.” puji Andrea tersenyum miring, senyum yang menjadi ciri khas Andrea saat ini.
Wanita itu langsung memilih pergi dari kampus dan pergi ke rumah Kim. Tak lupa juga meminta Josephine untuk menyiapkan apapun yang Andrea perlukan. termasuk identitas palsu untuk Andrea.
Sampai di depan rumah Kim, Andrea pun memakai kacamata minusnya dan juga memasang kawat gigi dan tompel. Sangat menjijikkan jika bukan karena untuk menghabisi keluarga Kim, Andrea tidak akan mau berdandan seperti ini.
“Sialan aku sangat jijik dengan wajahku. Apa tidak ada cara lain selain ini Jo?” ucap Andrea kesal sendiri dengan penampilan barunya.
“Tidak ada Bos. Kecuali kau datang sebagai Andrea, itu akan lebih mudah dan mengacungkan pistol ke arah Kim.”
“Aku tidak mau merusak mental anaknya. Tapi aku ingin satu keluarga itu tewas dalam dua belas jam.”
Mata Josephine mendelik, dia pun langsung menatap Andrea tidak percaya. Bagaimana bisa Andrea akan membunuh tujuh orang dalam dua belas jam? Bahkan Andrea juga meminta pada Josephine untuk menghandle cctv rumah Kim dan juga cctv jalanan untuk menghapus jejak Andrea.
“Paham aku akan bilang pada Bos Cinta dalam kasus ini. Sekarang pergilah, aku akan menunggumu di depan sini.” ucap Josephine.
Andrea mengangguk dia pun langsung pergi ke rumah Kim dan tersenyum miring. Ini saatnya, saat dimana Andrea akan mengambil berlian itu dan menjadikan miliknya. Manusia harus bersikap egois demi apa yang dia inginkan, termasuk menyingkirkan lawannya dengan cara yang sangat menjijikkan.
Mengetuk pintu berkali-kali sampai akhirnya istri Kim pun membukakan pintunya. “Cari siapa?”
“Halo, saya Yoona saya dengar rumah ini mencari babysitter? Apa saya bisa melamar menjadi babysitter rumah ini?”
Tbc.