Suasana begitu mencengkam ketika satu persatu orang yang ada di ruangan ini mengeluarkan pistol. Beberapa anak buah pria itu tergeletak tak berdaya dengan luka parahnya. Begitu juga dengan anak buah Andrea yang mulai menyerang lebih dulu. Suara tembakan mengenai di tempat ini, peluru menyasar di dinding, dan juga tong kosong pun sangat banyak. Ada juga beberapa orang yang melempar senjata tajam hingga mengenai kepala mereka. Tidak hanya itu, sangking ganasnya anak buah Andrea sampai memutus salah satu tangan mereka, hingga teriakannya memilukan telinga. Melihat banyak orang yang terkapar, dan melihat salah satu anak buah pria itu yang terus menembaki anak buah Andrea. Bukannya membantu, Andrea malah lebih fokus pada satu pria yang terus berjalan mundur dan ingin melarikan diri. Selalu

