Lagi-lagi Keano dibuat pusing dengan nomor baru yang masuk ke dalam ponselnya. Sejak tadi, nomor itu terus saja menelponnya tanpa henti. Tentu saja hal itu mampu membuat Keano mendengus sebal, tentu saja hal itu membuat Keano risih. Dia pun segera mematikan ponselnya dan melempar ponsel itu sembarangan. Membalik badannya, yang ada Keano malah terkejut melihat Andrea yang berdiri di belakangnya. Wanita itu selalu saja berdiri disana dengan secangkir coklat panasnya. Melangkah mendekat, Keano mengusap pipi wanita itu dengan lembut. “Bisa tidak bersuara sedikit saja, agar aku tau keberadaanmu di sekitar aku?” Andrea menggeleng, kakinya tidak mengenakan apapun. jadi mau berjalan kayak apapun juga tidak akan terdengar suara apapun. Tentu saja Keano langsung menatap kaki Andrea yang tidak men

