Pukul sembilan malam di Cafe tempat Adhera bekerja. Terlihat masih ada beberapa customer yang masih bersantai ria di meja-meja tamu. Adhera mulai membereskan hal-hal yang perlu di bereskan sebelum Cafe tutup tiga puluh menit lagi. Dina juga membantunya mencuci beberapa peralatan. Sementara Ervi, pria itu pamit pergi tadi siang dan belum kembali lagi. Untuk pengalaman pertama bekerja, rasanya cukup menyenangkan bagi Adhera. Dina sangat baik padanya. Bahkan hampir mengambil alih semua pekerjaan yang harusnya dibagi dengan Adhera. Ini pasti gara-gara Ervin yang bilang kalau Adhera adalah kerabat jauhnya, mangkanya Dina jadi sungkan seperti itu. Adhera jadi tidak enak padanya. Ia menoleh ke belakang, ke arah Dina yang tengah mencuci peralatan. Adhera menghampirinya. “Din, boleh aku aja yang

