Kerlap-kerlip lampu jalan terbentang di bawah sana. Bulan pun turut bersinar terang, seolah tidak mau kalah dengan kilau kota. Galih menatap teduh pemandangan bentang alam perkotaan, berpadu dengan langit malam bertabur bintang yang terhampar di hadapannya. Ya, ia tengah berada di puncak gedung kampus saat ini. Tidak tahu arah tujuan. Entah sudah berapa jam ia terdiam disini, termenung memikirkan berbagai hal yang menimpa nasibnya. Galih merebahkan tubuhnya di atas beton tepi gedung, menatap langit malam yang cerah. Pikirannya melayang entah kemana. Gemerlap bintang-bintang di langit serta bulan yang bersinar terang itu membuatnya tersenyum tipis. Ia jadi teringat kembali dengan masa kecilnya dulu. Kala itu, saat masih di Makassar, ia sering sekali menggelar tikar di depan rumah sambil m

