Malaikat Penolong

927 Words
“Tidak, jangan mendekat!” sentak Tristan, keringat dingin sudah mulai membasahi tubuhnya. Dia berjalan mundur sedikit demi sedikit sambil mencari celah untuk kabur. Namun, tiba-tiba saja Tristan tersandung akar pohon hingga dia jatuh terduduk di tanah. “Aw, sial, pantatku sakit,” ringis Tristan. “Sudah aku katakan sebelumnya, manusia itu memang sangat lemah,” kata salah satu manusia serigala yang saat itu sudah berada di hadapan Tristan. Tubuhnya yang tinggi besar itu menunduk untuk mendekati Tristan, dilihat dari dekat rupanya wajah manusia serigala itu lebih menyeramkan, itu membuat Tristan semakin ketakutan. “Sudah kubilang, jangan mendekat. Biarkan aku pergi dari sini, aku tidak menganggu kalian, kenapa kalian ingin menyakitiku?” tanya Tristan. “Karena kau adalah makan lezat untuk kami, tidak mungkin kami akan melepaskan kamu begitu saja. Sudah lama kami tidak memakan daging manusia yang sangat lezat,” kata manusia serigala itu sambil menyeruput air liurnya yang hampir menetes membayangkan bagaimana lezatnya tubuh Tristan. Ketika itu, Tristan tak tinggal diam, dia segera melayangkan sebuah tendangan yang cukup keras dan mengenai wajah salah satu manusia serigala yang ada di depannya hingga dia tersungkur ke belakang. “Kalian pikir aku akan sukarela menjadi mangsa kalian? Kalian salah, aku akan melawan kalian,” sentak Tristan yang sudah mengerahkan seluruh keberaniannya untuk bisa bertahan hidup. Melihat temannya tersungkur yang lain tak tinggal diam, mereka sudah mengangkat tangan dengan kuku tajamnya yang siap menerkam Tristan dalam sekejap. “Tendanganmu tadi sama sekali tidak terasa sakit untukku,” Manusia serigala itu sudah kembali bangkit sambil menyeringai menunjukkan taringnya, sepertinya dia memang tidak merasa kesakitan sedikit pun. Padahal Tristan sudah mengerahkan seluruh tenaganya saat menendang tadi. “Ini bahaya, jika tendanganku saja tidak terasa sakit olehnya, itu berarti dia memang sangat kuat,” kata Tristan dalam hati. Tanpa berpikir panjang lagi, Tristan segera bangkit dan bersiap untuk kabur dari sana, namun sebelum dia lari, kakinya sudah lebih dulu dicengkeram oleh salah satu manusia serigala hingga Tristan pun kembali tersungkur ke tanah, kepalanya sempat berbenturan dengan akar yang menonjol. “Kamu tidak akan bisa lepas dari kami,” ucap manusia serigala itu. “Aw, sakit. Lepaskan aku!” teriak Tristan sambil menendang-nendang kakinya agar bisa lepas dari cengkeraman manusia serigala itu. Namun cengkaramannya sangat kuat, bahkan kuku-kuku tajamnya sudah menacap di kaki Tristan membuat darah segera mengalir di kaki Tristan. “Lepaskan aku! Kakiku sakit, tolong lepaskan aku,” Tristan masih meronta-ronta. “Sebaiknya kita makan dia sekarang, jika terlalu lama menunggu dia bisa saja kabur nanti dan kita akan kehilangan makanan selezat ini,” usul manusia serigala yang lain. “Jangan, tolong jangan makan aku. Aku mohon,” Tristan mulai mohon meminta belas kasihan, ditengah rasa sakit di kaki dan kepalanya, Tristan masih harus mencari cara agar tetap hidup. Namun sepertinya para manusia serigala itu tak punya rasa iba karena bagi mereka manusia adalah sebuah makanan yang sangat lezat. Mereka bertiga sudah siap untuk menerkam, bahkan salah satu dari mereka sudah memegangi kepala Tristan dan bersiap untuk menggigit lehernya. Saat itu Tristan hanya bisa pasrah karena sepertinya tak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan diri. Tepat ketika keadaan sudah semakin mencekam, tiba-tiba saja datang seorang perempuan memakai dengan celana dan baju yang serba hitam dan langsung menerjang manusia serigala yang akan menggigit leher Tristan. Entah dari mana datangnya perempuan itu, Tristan tak tau. Tapi yang Tristan lihat perempuan itu sangatlah kuat, tendangannya bahkan berhasil membuat satu manusia serigala itu meraung-raung kesakitan. Tristan bahkan sampai tak bisa berkedip melihat perempuan tersebut beraksi. “Lepaskan dia!” suruh perempuan itu. “Hey, Alice. Bukankah kamu juga manusia serigala seperti kami, kenapa kamu melarang kami untuk menyantap makanan lezat. Jika kamu mau, duduklah di sini bersama kami dan kamu akan mendapatkan bagian dari tubuh manusia ini,” kata salah satu manusia serigala. Mendengar hal itu, Tristan menelan ludahnya berkali-kali, dia pikir wanita itu adalah manusia biasa seperti dirinya, tapi ternyata she adalah manusia serigala juga. Padahal perempuan itu bukan hanya cantik, dia juga tidak memiliki bulu lebat seperti manusia serigala yang lainnya, postur tubuhnya pun ramping persis seperti manusia biasa, hanya saja dia memang memiliki taring yang tajam dan kuku panjang, Tristan menggerutu dalam hati kenapa wanita secantik itu harus menjadi manusia serigala. “Meskipun aku adalah manusia serigala tapi aku tidak serendah kalian, aku bukan predator yang memangsa manusia. Masih banyak hewan di hutan ini yang bisa kalian jadikan makanan, maka dari itu lepaskan dia,” perintah Alice. “Tidak, kami tidak akan menuruti perintahmu. Kamu bukan raja Alpha, jadi kami tidak akan menuruti perktaaanmu,” bantah salah satu manusia serigala. Mendengar itu, sepertinya kemarahan Alice mulai tersulut tanpa berkata apa-apa lagi, dia segera melayangkan pukulan di wajah salah satu manusia serigala yang memegangi kaki Tristan, kemudian dia menendang yang lainnya dengan tendangan yang sangat keras. Pertarungan pun terjadi, 3 manusia serigala laki-laki melawan satu manusia serigala perempuan. Namun mereka sepertinya sangat kewalahan, meskipun Althea tidak memiliki badan sebesar mereka tapi dia seperti tidak merasa kesulitan melawan ketiganya. Dia berkali-kali menendang dan memukul, bahkan mencakar para manusia serigala jahat itu. Dia memberikan pukulan terakhir yang cukup dahsyat kepada ketiga manusia serigala itu sehingga membuat mereka bertiga jatuh tersungkur tanpa ampun sampai mereka kesulitan untuk bangkit kembali. “Apa kalian masih mau melawanku?” tanya Alice “Tidak, kami menyerah. Ampun, tolong biarkan kami pergi dari sini,” pinta ketiga manusia serigala itu sambil memohon. “Baiklah, silahkan pergi dan ingatlah, jangan pernah kalian melukai manusia, apalagi sampai berniat untuk memakannya,” pesan Alice, memperingatkan. “Baiklah, kami akan pergi.” Ketiga manusia serigala itu segera pergi meninggalkan Tristan dan juga Alice.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD