Insting Serigala

1185 Words
Setelah kepergiaan ketiga manusia serigala tadi, Alice merasa tugasnya sudah selesai. Dia memutuskan untuk pergi tanpa mengucapkan apapun kepada Tristan. Alice hanya menatapnya sebentar lalu berlalu pergi. “Hey, tunggu! Jangan pergi dulu, tunggu aku,” cegah Tristan, dengan susah payah dia berdiri karena luka di kakinya cukup dalam. Alice menghentikan langkahnya, menoleh kepada Tristan yang berjalan dengan terpincang-pincang sambil memegangi kakinya. “Jangan mendekat,” cegah Alicia. Seketika langkah Tristan terhenti. Sebagai seorang manusia serigala tentu dia pun sangat sensitif terhadap bau darah dari daging manusia, apalagi saat itu Tristan dalam kondisi terluka. “Oke, aku tidak akan mendekat, tapi kamu jangan pergi dulu, aku ingin mengucapkan terimakasih,” kata Tristan. “Terimakasih karena kamu sudah menolongku dari manusia serigala itu, jika kamu tidak datang mungkin aku sudah mati dimakan oleh mereka,” lanjutnya. “Iya, your welcome. Tapi bagaimana kamu bisa ada di sini? Black forest ini adalah tempat yang berbahaya untuk manusia karena di sini adalah wilayah dari para manusia serigala. Tidak pernah ada manusia yang berani datang ke sini,” Alice merasa keheranan karena selama ini memang tidak pernah ada manusia yang datang ke black forest. Tadi Alice sedang berjalan mencari makanan untuk dia dan keluarganya, tapi tak sengaja dia melihat ada manusia yang akan dimangsa oleh para manusia serigala, tentu saja dia segera menolongnya. Alice memang sedikit berbeda dari manusia serigala yang lainnya, baik dari penampilan ataupun perasaannya. Para manusia serigala kebanyakan tidak mempunyai rasa belas kasihan selain pada keluarganya sendiri, itulah kenapa banyak pertarungan yang terjadi antar manusia serigala. Apalagi dengan manusia biasa. Para manusia serigala menganggap kalau manusia itu hanyalah sebagai makhluk lemah yang cocok untuk dijadikan makanan mereka. Itulah sebabnya Raja werewolf melarang para manusia serigala untuk mempunyai hubungan baik dengan manusia. Tapi berbeda dengan Alice, dia mempunyai perasaan iba seperti manusia biasa. Tidak pernah terpikirkan sedikit pun olehnya untuk menyakiti manusia apalagi memakannya. “Aku sedang berkemah bersama teman-temanku, lalu hari ini aku mendapatkan tugas untuk mencari kayu bakar, tapi tanpa aku sadari ternyata aku masuk ke dalam hutan yang menyeramkan seperti ini dan bertemu dengan manusia serigala tadi. Aku pikir hidupku hanya sampai di sini, tapi ternyata ada kamu yang datang menolongku. Aku sangat berterima kasih.” Tristan menganggukkan kepalanya tanda hormat, tak bisa dia lukiskan bagaimana bahagianya dia saat itu. Tristan berjanji untuk membalas kebaikan Alice suatu saat nanti. “Kembalilah, sebentar lagi hari akan petang. Biasanya akan ada banyak manusia serigala yang mencari makanan di malam hari. Kalau kamu tidak ingin menjadi santapan mereka, maka kamu harus kembali sekarang juga dan jangan pernah datang lagi ke Black Forest. Satu hal yang harus kamu ingat, jangan pernah kamu mengatakan tentang kami para manusia serigala yang hidup di sini,” pesan Alice seraya berlalu pergi. “Tunggu sebentar, jangan dulu pergi,” cegah Tristan. Namun Alice tidak menggubrisnya, dia tetap berjalan tegap meninggalkan Tristan. Terpaksa dengan kaki terluka Tristan harus mempercepat langkahnya untuk mengejar Alice, dia sebenarnya hanya merasa takut jika nanti setelah Alice pergi, ada manusia serigala lain tiba-tiba datang dan ingin memakannya juga. Setidaknya berada di dekat Alice mmebuat Tristan sedikit lebih tenang karena Alice tidak akan memakannya. “Ada apa lagi, kenapa kamu mengikutiku?” tanya Alice. “Tunggu sebentar, masih ada yang ingin aku katakan kepadamu,” jawab Tristan sambil terus mengikuti langkah Alice di belakangnya. Alice menghentikan langkahnya, kemudian dia berbalik ke arah Tristan dan menatapnya tajam, “Berhenti mengikutiku! Jangan membuat aku marah jika kamu tidak ingin aku menjadikanmu mangsaku,” ancam Alice yang mulai geram pada tingkah laki-laki itu. Wajah Tristan berubah pucat seketika mendengar ancaman Alice, tapi jika dia tidak mengikutinya maka hidup Tristan mungkin akan berada dalam bahaya lagi. “Aku tau, kamu tidak akan mungkin memakanku karena kamu tidak memakan manusia, iya kan?” Tristan balik bertanya, berusaha bersikap tenang dan berpikiran positif. “Siapa yang berkata seperti itu? Aku ini manusia serigala, apa kamu tidak melihat taring dan juga kuku tajam milikku ini?” Alice memperlihatkan dua taring tajam miliknya kepada Tristan sambil mengangkat tangan, “Dalam satu gigitan, kamu akan langsung mati.” Ketakutan Tristan bertambah setelah melihat dua taring yang sangat tajam menempel di gigi Alice, “Sabar, tenanglah. jangan memakai emosi. Aku ... Aku tidak berniat untuk mengikutimu, aku hanya ingin memberitahu kamu bahwa namaku adalah Tristan,” kata Tristan mengalihkan pembicaraan sembari mengulurkan tangannya. Namun Alice tidak menggubrisnya, dia hanya menatap Tristan semakin tajam dari ujung rambut hingga ujung kakinya. “Namamu siapa? Siapa tau kita akan bertemu lagi di lain waktu,” tanya Tristan. “Aku akan pastikan bahwa kita tidak akan pernah bertemu lagi, karena belum tentu kamu akan keluar dari Black Forest ini dalam keadaan selamat,” jawab Alice. Tristan mendelik, jika bukan karena Alice telah menolongnya, ingin rasanya Tristan memaki-maki wanita di depannya itu karena telah berkata sembarangan. “Tak apa jika kita memang tidak akan pernah bertemu lagi, tapi tidak ada salahnya kan kalau aku tetap ingin mengetahui namamu? Jadi siapa namamu?” tanya Tristan lagi, rupanya dia sangat bersikeras untuk mengetahui nama Alice, dia pikir mungkin ini akan menjadi sejarah yang tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. “Alice, namaku adalah Alice,” jawab Alice. “Hai, Alice. Senang bertemu denganmu,” ucap Tristan sambil tersenyum ramah. “Aku sudah menjawab pertanyaanmu, jadi kamu jangan mengikutiku lagi,” Alice memperingatkan. “Tapi ... Sejujurnya aku takut sendirian di sini, aku tidak tau ke mana jalan keluar dari hutan ini. Aku takut kalau nanti aku akan bertemu lagi dengan manusia serigala, jadi izinkan aku untuk ikut bersamamu, setidaknya sampai aku menemukan jalan keluar, aku mohon.” Tristan mulai meratap, dia berharap kalau Alice akan mengasihaninya lagi. “Tidak, kamu tidak boleh mengikutiku.” Alice menolaknya dengan cepat, bukan karena dia tak ingin menolong manusia ini tapi Alice tau kalau paman dan bibinya akan sangat marah jika mereka tau kalau dia berhubungan dengan manusia, karena Alice sangat dilarang keras untuk berhubungan dengan manusia. Itu sebabnya Alice tidak pernah keluar dari hutan ini. “Aku mohon, Alice. Bantu aku sekali lagi,” pinta Tristan. “Aku bilang ti–,” belum selesai Alice bicara, tiba-tiba telinganya berdengung kencang. Hal ini akan terjadi jika paman atau bibinya memanggil Alice dalam keadaan darurat. Itu adalah salah satu Insting Serigala yang dia miliki. “Aw, telingaku sakit,” pekik Alice sambil terus memegangi telinganya. Sayup-sayup Alice bisa mendengar suara Paman dan bibinya di rumah memanggil namanya, “Alice! Alice, kamu di mana? Cepatlah kembali ke rumah, kami membutuhkan bantuanmu. Alice, cepatlah datang!” begitulah kata-kata yang sampai di telinganya. “Alice, kamu kenapa? Telinga kamu kenapa?” tanya Tristan yang ikut panik melihat Alice yang tiba-tiba seperti itu. Beberapa saat kemudian, Alice sudah tidak merasa kesakitan lagi tapi wajahnya berubah menjadi tegang dan panik. Dia merasa ada suatu hal buruk yang terjadi pada keluarganya di rumah, maka dari itu Alice segera berlari menuju ke rumahnya tanpa memperdulikan Tristan lagi. Sementara itu, Tristan justru malah ikut berlari di belakang Alice. Meskipun dia tidak tau apa yang terjadi pada manusia serigala yang cantik itu, tapi Tristan yakin bahwa keadaannya tidak baik-baik saja. Ini juga bisa menjadi kesempatan untuknya ikut dengan Alice.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD