"Bunda, nda berangkat sekolah dulu, ya? Assalamu'alaikum," pamitku pada Bunda yang--masih--tertidur. Kemarin, aku membawa seragamku dan peralatan sekolah ke sini sehingga aku bisa menemani Bunda semalaman. Aku menguap, baru tidur tengah malam dan diganti oleh Ayah. "Yah, Nda berangkat. Kalau ada apa-apa sama Bunda, telpon Dinda. Oke?" ucapku mengecup tangan Ayah yang dijawab anggukan. "Yuk, Kak!" ajakku pada Kak Andi. "Udah? Gak ada yang ketinggalan?" tanya Kak Andi. "Gak ada, kok. Udah ayo, ah!" Aku menarik tangan KakAan keluar. "Trus ini apa?" tanya Kak Andi memperlihatkan tasku. Ugh, pantas saja bahuku terasa ringan. "Hehe, lupa," ucapku mengambil lalu menyampirkan tas di pundakku. Lalu aku dan Kak Andi naik mobil Bunda yang dikendarai Kak Andi. Sebenarnya aku bisa naik motor s

