Lebih berhati-hati

1424 Words

Ketegangan di ruang keluarga itu semakin terasa pekat. Rea berdiri tegak, wajahnya dingin namun sorot matanya menyala penuh amarah. Di hadapannya, Nayla menatap tajam dengan kedua tangan mengepal, sementara Sumi masih berdiri diantara keempat pelayan yang masih berlutut, Sumi masih memegang ikat pinggang yang tadi digunakan untuk mencambuki para pelayan. Nayla mendengus, lalu mengangkat dagunya dengan sikap angkuh. “Apa yang kau lakukan, Sumi? Kenapa berhenti? Cepat lanjutkan!” Nada suaranya penuh perintah, seolah tidak peduli dengan kehadiran Rea di sampingnya. Rea sontak geram mendengar itu. Dadanya naik turun, menahan emosi yang sudah berada di puncak. Tatapannya beralih pada Sumi, yang dengan gemetar mengangkat tinggi-tinggi ikat pinggangnya, bersiap melanjutkan cambukan. Namun sebel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD