Nyonya Nara segera membawa Nayla ke kamar ingin segera mengobati luka sang anak. "AAARRGGG!.." Nayla mengerang kesal sesekali ia bahkan akan membanting bantal dan vas bunga yang ada di sekitarnya. Melihat reaksi sang anak, Nyonya Nara yang saat itu sudah membawa kota P3K berlari menghampiri Nayla. "Nayla tenang sayang." Ucap Nyonya Nara berusaha menenangkan Nayla. "Tidak! Aku tidak bisa tenang," balas Nayla melotot kearah sang Ibu, ia terlihat seperti orang yang sedang kerasukan "Bagaimana aku bisa tenang ketika semua berbalik padaku." Pekiknya lagi dengan nafas memburu "Di kediaman Vauline aku berniat mempermalukannya, tapi nyatanya justru aku yang di permalukan dan tadi..." Ucapa Nayla berhenti sejenak ia geram akan kejadian di mobil "Jelas-jelas Rea memukulku, tapi Papa bisa-bisanya

