Kenangan menyakitkan

1105 Words

Rea menggeliat pelan di balik selimutnya. Udara pagi yang sejuk menerobos masuk lewat celah jendela membuat tubuhnya enggan beranjak, namun matanya akhirnya terbuka. Ia mengerjap beberapa kali, lalu perlahan bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang. Pandangannya tertuju pada kalender persegi panjang kecil yang terletak di atas meja nakas. Lingkaran merah tebal mengelilingi angka tujuh. “Dua hari lagi… hari peringatan kematian Mama,” gumamnya lirih seraya mengingat sosok bersahaja dan penyayang Ibunya. Sejenak, Rea terdiam. Ingatannya berlari jauh ke masa lalu sebelum ia mati dan diberikan kesempatan kedua, menelusuri kenangan yang tak pernah bisa ia hapus meski di kehidupannya yang sekarang. Ingatan pahit yang masih membekas, seakan baru terjadi kemarin. Dulu, tepat di tanggal t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD