posisi yang di rebut

1026 Words

Nayla keluar dari kamarnya dengan langkah ringan, meski wajahnya masih terasa perih akibat luka semalam. Polesan make up tebal berhasil menutupi sebagian besar lebam di pipinya. Senyum puas terbit di bibirnya, bukan karena rasa sakit sudah hilang, melainkan karena ia tahu hari ini akan menjadi panggung baru untuknya yang kembali akan menunjukan pada Rea bahwa ia dan Ibunyalah yang berkuasa di rumah itu. Tangga besar yang membentang di tengah rumah menjadi jalur utama Nayla. Dengan anggun ia menuruni anak tangga, gaunnya berayun pelan seirama langkah kakinya. Dari jauh aroma sup dan roti panggang sudah tercium. Nayla membelok ke arah ruang makan, ruangan luas dengan meja panjang berlapis taplak putih yang elegan. Di sana sudah duduk Nyonya Nara seorang diri, yang kini dengan santai menemp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD