Chapter 14-C

707 Words

Xavier menggerutu kesal, pasalnya, sudah beberapa kali putaran ia selalu kalah. Saat ini pria itu bahkan sedang mendekam di penjara, sedangkan Binar tengah membeli beberapa hotel. "Jangan-jangan aku selalu kalah, karena tak meminta izin pada keponakanku." Xavier nampak berpikir. "Keponakan?" tanya Binar. "Tadi sebelum ke sini, keponakanku meminta aku membelikannya mainan monopoli," jawab Xavier santai. Sepersekian detik selanjutnya pria itu memekik panik. "Astaga, pasti sekarang dia sedang menanti monopolinya. Kenapa aku bisa selupa ini? Ah, ini semua karenamu, Golden Star. Kau membuatku lupa waktu. Untung saja tidak sampai lupa diri." "Hei ...." Binar tampak tak terima. Di saat ia hendak memrotes, ponsel Xavier berbunyi. Dilihatnya pria itu menadahkan kedua tangan sambil bibir yang ko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD