Chapter 14-B

2194 Words

Binar bertopang dagu seraya menatap Xavier yang sedari tadi bercerita tentang pengalamannya. Sesekali ia mengukir senyum, tertawa, kadang juga serius. Ah, tak ada yang berubah dari pria blasteran itu---selalu saja bisa menghidupkan suasana. Tak sengaja, tiba-tiba sekelebat bayangan bagaimana dulu ia bisa bersahabat dengan pria itu muncul. Sore itu, matahari enggan menampakkan cahayanya, mengubah langit biru menjadi abu-abu, pun dengan awan yang bergumul menjadi kehitaman. Suhu yang semula membuat peluh bercucuran, kini menghantarkan dingin yang membuat bulu kuduk merinding. Sekolah elit itu nampak sepi seiring kepergian para siswanya. Hanya ada beberapa siswa yang sedang kumpul organisasi, salah satunya Binar. Gadis berusia lima belas tahun itu menatap langit yang semakin menghitam dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD