Hantu Cantik

941 Words

  Aku mencinta Mencintai Hanya sekali Sekali dalam Hidupku ini Ku sadari Setelah Engkau pergi Armada - Sakitnya Mencintaimu . . . "Kamu menungguku?" Aku bertanya saat mendapati Arum berdiri di depan pagar dengan sebuah kruk menyangga tubuhnya. "Nunggu kang nasgor!" Pandangan jutek Arum begitu khas. Alisnya terangkat satu, dengan mata memicing, dan bibir runcing dimajukan. Lucu sekali. Selucu Sadako, menggemaskan seperti Annabelle. "Belum makan malam?" Dia menggeleng lemah sebagai jawaban. "Kalau gitu kita cari makan, yuk." Aku menuntunnya menuju mobilku yang terparkir di halaman depan rumah Bu Mayang. Arum pasrah saja. Membiarkanku membantunya masuk, lalu mengambil alih kruknya. "Siapa yang memberimu kruk?" tanyaku sambil memasukkan alat penyangga itu ke pintu belakang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD