Tidak Mungkin Shinta...

970 Words

Kau jantung hati di hidupku Semangat di langkahku  yang tak pernah hilang Engkau anugerah yang paling indah Cahaya di langkahku yang tak pernah padam Kini kau telah pergi  dan takkan kembali Meninggalkanku sendiri Armada - Rela .  .  . "Arum ... kamu sudah tidur?" Kuketuk sekali lagi pintu kamar Arum. Lampunya masih menyala kemungkinan besar dia belum tidur. Ah, beberapa hari yang lalu ia tidur dengan lampu menyala. Bisa jadi dia sudah menyelami alam mimpi. Namun aku tak bisa pergi sebelum melihatnya. Aku ingin menemuinya barang sejenak. Memastikan dia pulang dengan selamat dan benar-benar sudah berada di dalam kamarnya. "Arum." Senyumku mengembang setelah menangkap bunyi pintu yang dibuka kuncinya merambat ke telingaku. Hela napas kubuang penuh kelegaan, menyaksikan kepal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD