Bab 19

1128 Words

Cerita Sarah terputus saat tangisnya tidak bisa ia tahan lagi. Sembari bercerita, memori otaknya seolah memutar film lama kepermukaan. Hingga rasa sakit itu kembali merasuk di relung hatinya Rio yang tidak tega segera mendekati Mamanya. Mengusap bahunya bahkan membawa tubuh kecil Mamanya ke pelukannya. “Udah Mah, Rio sedikit banyak udah paham dan tau” Sarah yang mendengar penuturan putranya langsung menegakkan tubuhnya dan menatap Rio aneh “Tau dari mana kamu? Kakek yang cerita” Tanya Sarah . . . Sengatan matahari mulai meredup. Langit jingga di ufuk barat mulai terlukis. Burung-burung sudah rebut beterbangan di langit. Awan mendung terlihat sedikit menaungi. Hembusan angin juga terasa dingin. Sedangkan di bumi, beberapa orang juga tengah memenuhi jalanan aspal. Mengendarai kendara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD