Kebangkitan

1338 Words

Selama berbulan-bulan terakhir, tak ada yang Gris inginkan selain bertemu nenek dan ibu. Siang dan malam, dimanapun itu, hanya mereka yang Gris tunggu. Lalu hari ini tiba, hari ketika Gris mendengar suara ibunya lagi. Gris tak pernah menyangka bahwa dia akan bertemu dengan ibunya di tempat yang gelap nan pengap ini. Suara ibunya seperti memberinya harapan di antara keputusasaan yang mencekik lehernya sendiri. Gris berharap ini bukan mimpi, apalagi ilusi di tengah hari. Gris berharap semua ini realita, sebuah harapan buatnya. "I-ibu?" suaranya gemetar, saking tak percayanya. "Gris! Itu benar kau?" tanya Ibu. Namun Gris tak bisa lihat apa-apa. Penjara ini terlalu gelap sehingga ruang visual Gris terbatas. "Ibu! Ini aku, Bu!" ujar Gris, setengah berteriak. "Sstt! Jangan terlalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD