Menurut pengamatanku, sikap Arthur jadi aneh sejak aku bertanya padanya tentang memori itu. Ia jadi terkesan menjauhiku. Bahkan sukar bicara denganku. Tentu saja, sebelum ini pun ia memang sudah sangat pediam. Tapi setelah aku bertanya padanya waktu itu, ia jadi makin pendiam. Entahlah, mungkin cuma perasaanku. Mungkin juga cuma ilusi yang dibuat otakku sendiri. Seperti fatamorgana oasis di gurun pasir. Bagian dari asumsi. Misalnya saja ketika waktunya sarapan, aku sampai di ruang makan seperti biasa. Ternyata Arthur sudah sampai di sana lebih awal. Ia menyelesaikan makannya tepat sebelum aku datang sehingga kami tidak sempat bertemu. Tadi pagi juga aku memasang taktik. Aku datang lebih pagi ke ruang makan, saat itu Arthur di sana. Makanannya belum habis tapi ia langsung pergi tanpa men

