Senin pagi hari paling membuat orang malas, hujan mengguyur Jakarta, syahdu, dingin. Ditambah rindu yang menggebu. “Pagi, Pak Gathan,” sapa Gaby begitu sampai di ruangan Gathan pagi itu. “Pagi,” jawab Gathan tak kalah dingin seperti udara di luar, ditambah pendingin udara ruangan. Rasanya makin dingin. “Biasanya bapak pagi-pagi mau kopi atau teh hangat?” “Kamu!” jawabnya acuh tak acuh, sambil melepas blazernya disampir ke kursi kerja. “Saya belum sarapan, belikan saya sesuatu untuk dimakan. Setelah itu minta laporan keuangan selama lima tahun ke belakang. Kerjakan sekarang, saya tunggu email jadwal rapat hari ini.” Gaby melongo, antara deg-deg-an karena jawaban Gathan, dan juga tercengang, Gathan langsung memberinya tugas. “Baik, Pak,” jawab Gaby, lantas keluar ruangan Gathan

