Sepanjang perjalanan, Gaby memikirkan cara untuk jujur kepada Gathan, kalau dia punya anak. Jangan sampai Gathan tahu dari orang lain soal anak itu. Jalanan masih padat dan merayap, rasanya masih jauh dari rumah Gaby. “Kamu yakin mau antar aku sampai rumah?” tanya Gaby kepada Gathan—yang fokus ke jalanan. “Ini macet banget, Than.” “Ga ada masalah,” katanya lagi sambil tersenyum kepada Gaby. Hari-hari berikutnya, Gathan dan Gaby terlihat lebih akrab. Gathan masih seperti rektor dengan gangguan jiwa. Apa-apa mintanya cepat atau menteror dekan yang kerjanya tidak becus dan lamban. “Ini, kan kampus terkenal dan mahal. Masa apa-apa mesti lama begini?!” ujar Gathan ketika rapat dengan dekan dan staf. “Apa harus saya kasih semua kerjaan ini ke Gaby?” Gaby terdiam, beku. Semua peserta
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


