Vita membeku ketika Gathan bicara begitu, ada dua kemungkinan, Gathan sedang membela Gaby. Atau mungkin, kampus tidak sembarangan membayar orang untuk lembur. “Tidak apa-apa, akan saya belikan,” potong Gaby, langsung keluar dari ruangan Gathan. Bukannya membela Vita, tapi Gaby tidak mau kalau Vita sakit hati. Melihat tatapan Vita, sepertinya prasangka Gaby benar. “Ah, akhirnya dia mau pergi juga.” Vita lalu menoleh ke arah Gathan. “Oh, ya, aku bawa makanan buat kamu.” Sementara, Gathan tersentak dari lamunan, hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Lupa dengan apa yang dikatakan Vita. Tatapannya dia arahkan ke laptop. “Gathan,” panggil Vita, sambil mengeluarkan beberapa kotak isi makanan yang tadi sudah dibeli. “Ya?” sahutnya menatap Vita serba salah, “Kamu bawa makanan apa?” suaranya d

