BAB 14- Risih

1182 Words

“Ngarep!” Gavin menyeringai. “Aku serius, tau! Kita itu suami istri di masa depan.” Kanaya ngotot. “Maksudnya, kamu benar-benar berharap kalau kita jadi suami istri? Apa kamu segitu sukanya sama aku?” Gavin tertawa. Kanaya justru semakin dongkol melihatnya. “Ish...! Aku serius tau! Kita itu adalah suami istri, mulai Maret 2013. Sekarang tahun 2007, kita ketemu akhir tahun 2012. Kita nggak pacaran, Cuma sekedar dekat. Dan Maret 2013 kita langsung nikah.” Tawa Gavin berhenti. Wajahnya kini berubah menjadi datar. “Trus? Kok bisa, kita nggak pacaran tapi menikah? Apa kita dijodohin?” “Nggak. Pertama kali kita ketemu, kita sama-sama udah punya pacar.” “Jadi aku ngerebut kamu, dan kamu ngerebut aku?” Gavin nyaris tertawa lagi. Tapi tak berani karena melihat ekspresi wajah Kanaya yang meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD