Kanaya mengendap-endap, mengikuti Gavin dari kejauhan. Dilihatnya cowok itu sedang berjalan santai bersama dua orang teman. Sepertinya mereka sedang menuju ke alun-alun kota. “Ternyata benar ya. Kebiasaan kamu waktu muda tuh kayak gini, Vin. Suka banget keluar malam. Sekarang pasti kamu mau cari cewek baru buat diajak kenalan kan?” Kanaya bersungut-sungut sendiri. Dilihatnya kembali Gavin yang malam ini terlihat sangat tampan. Kanaya sebal, Gavin berdandan seperti itu pasti mau tebar pesona. Walaupun Kanaya tak lagi memiliki perasaan dengan Gavin, tapi tetap saja ia kesal setengah mati. Karena biar bagaimanapun, bagi Kanaya, Gavin itu adalah suaminya. Mata Kanaya membulat saat melihat Gavin bertemu dengan sesosok perempuan yang ia kenal. Itu Silva! Gadis itu tampak cantik dengan tampi

