Pernyataan

1647 Words
setelah mengantar Nita, Ina pun sampai dirumah begitu masuk ke dalam rumah pun ayah,mama bahkan adik Ina semua terkejut dengan penampilan Ina yanng beda dari biasanya "kakak dari mana memangnya? mama kok juga nggak pernah tau kakak. baju itu? trs juga. tumben bener kakak potong rambut? biasanya susah banget kakak disuruh potong rambut?" kata mama Ina dengan memberondong pertanyaan "Ma... anak pulang tuh nanyainya ya satu-satu lah ma... gimana anaknya mau jawab coba?" kata ayah Ina "ehmm.. hehehe... iya ma... lagi pengen aja potong rambut ma,jelek yah?" jawab Ina yang serasa insecure dihadapan orang tuanya sendiri "kakak tuh cantik banget loh.. sampe adeknya aja speechless tuh" melihat Ferry yang bengong melihat kakaknya merasa di sindir... langsung Ferry salah tingkah "nggak habis kepentok khan kak tuh kepalanya? jarang-jarang banget kakak mau pake dress gitu kecuali seragam sekolah" kata Ferry sambil tertawa "adek...." ayahnya menengahi "manggilnya adek terus yah ahh... " kata Ferry dengan cemberut baru kali ini Ina merasa bahagia dengan apa yang dia lakukan sekarang untuk dirinya sendiri dan keluarganya mendukung asalkan memang yang terbaik untuknya sendiri "aku ke atas dulu ya yah,ma.... adek kecil bweeeee.... aku taruh kue di atas meja makan ya ma"sambil lari takut ditimpuk oleh adeknya setelah berbenah diri dan berganti dengan baju tidur tak lupa Ina mengirim pesan pada Arya "mas.. aku udah dirumah yah, nanti kalo udah dirumah kabarin" tulis Ina tiiinggg.... diliatnya jawaban message dari Arya "iya sayang" jawab Arya dalam messagenya sambil tersenyum, dilihatnya lagi ternyata Nita melakukan video call "ya nit" sapa Ina dalam videocall nya "wa gelaseeeehhhhhhh..... mimpi apa aku semalem ngeliat orang jatuh cinta kebangetan nggak liat-liat tempat... bikin mupeng aja ahhh" kata Nita yang bersemangat sekaligus membuat malu Ina "paan sih Nit.. udah dech ahhh" kata Ina yang tersipu malu mengingat 2 kali Arya menciumnya di pipi dan di ubun-ubunnya "serius beneran rasanya kayak gimana tuh.ngeliat live nya kayak gitu.. romantis abiiiisssss...ahhh penge. bener dech kayak gitu" jawab Nita sambil mengerucutkan bibirnya "ya bilang sama Kak Dino tuh" goda Ina "diihhhhh paaan juga" balas Nita "ya khan gapapa... dia orangnya ganteng tuh, perhatian lagi trus apa lagi yah..." jawab Nita sambil.pura-pura mikir "iya sih.. dia pernah.....(lalu teringat dan tiba-tiba) ehhh nggak jadi" Nita yang salah tingkah "hayooo lohhh kenapa??" kata Ina yang semakin menggoda Nita tiba-tiba ada message dari Arya "sayang mas udah dirumah, kok mas hubungi nggak bisa,kamu lagi telfon siapa?" tanya Arya dalam messagenya "eh Nit mas Arya mau telfon ntar yah aku sambung lagi?" ina yang hendak memutus sambungan telfon dari Nita "ehhh besok kamu jemput apa gimana nech?" "ntar aku kabarin yah" "ok... see ya" karina menutus sambungan telfon nita langsung menelfon Arya "halo mas... ada apa? aku tadi habis telfon Nita" tanya Ina "kok telfon sih?" Arya dengan nada ngambek "ehh trus? apa mas ada yang mau ditelfon atau gimana atau mungkin aku ganggu gitu?" jawab Ina yang harap-harap cemas dan takut "nggak... mas nggak pengen telfon" "trus mas? ngomongnya dicicil ihh" "memangnya kredit motor yah.. hahahha, mas pengen video call sayang" "ohh bentar" langsung Ina Alihkan menjadi panggilan video "nah gitu dong, khan keliatan cantiknya tuh" ina yang mendengar itu langsung memerah sampai ke telinga, seperti kepiting rebus "ehmm sayang," "ya mas...kenapa" "besok ada acaranya nggak? atau ada kegiatan disekolah gitu?" tanya Arya "nggak ada sih mas, aku nggak ikut ekskul apa-apa, males.. xixixi" "besok jalan lagi yah.. mau khan?" "mas tuh ngajak jalan terus memangnya nggak kuliah gitu mas? jangan kebanyakan bolos ahh," "nggak kok, mas ga bolos, mas besok ada kuliaha pagi, cuma 2 mata kuliah aja, mungkin sampe jam 11an aja sih, besok kamu pulangnya jam berapa?" "seperti biasanya sih mas, jam setengah 1an, memangnya mau kemana sih mas" "kamu pengennya kemana?" "kok tanya sama aku?" "ke mall lagi?" "nggak ahh bosen mas,berapa hari ini nge mall terus, duitnya habis ntar hehehe" "kamu tuh bisa aja sih" " ya jalan-jalan aja kemana gitu mas, nge mall ya gapapa sih tapi ga usah pake acara belanja yah" "iyahh... ehh iya besok nggak usah bawa mobil, tapi bawa baju ganti yah" "trus ntar Nita gimana?" "urusannya Dino tuh, biar dia aja ntar yang ngantar pulang,ok sayang? sekarang cepet tidur yah" "iya mas juga yah" dilain tempat (flashback) "din... besok kira-kira kalo aku nembak Karina gitu gimana menurut kamu" tanya Arya pada Dino "duh kah.... bisa ga sih kamu manggil aku bukan pake kata din gitu.. berasa kayak klakson aja atau ganti nama jadi udin" "lah sensi amat.. hahahha" "dihhh.... ya kalo maunya gitu ya tembak aja dia Ya,tapi yakin tuh?" "yakin lah, aku nggak mau ngelepasin dia lagi" "ya kalo kamu udah yakin aku dukung" Back to Karina karina langsung mengakhiri panggilan videonya dengan Arya senyum-senyum sendiri "Nit, besok aku ga bawa mobil, dijemput mas Arya, besok katanya juga kamu dijemput sama kak Dino yah" meesage Ina pada Nita "ehhh seriusan kamu yah" nita yang terlihat kaget "seriusan ... tadi mas Arya sendiri yang bilang, aku tidur dulu yah, ngantuk.. bye" ina menyudahi messagenya "iyah.. bye... aku tunggu digerbang sekolah yah besok" keesokan harinya, Karina yang masih senyum-senyum sendiri sambil menyiapkan apa yang harus dibawa ke sekolah sesuai jadwal juga membawa baju ganti Ferry yang biasanya ikut tau kakaknya naik go-bret memutuskan untuk ikut dengan ayahnya sesampainya di sekolah, Nita yang sudah menunggu didepan sekolah "pagi, princess, duuhhh cantik bener sih..." goda Nita "paan sih... kamu juga tumben bener rapi banget" goda Ina balik pada Nita "dihhh ngebales, dah ahh masuk yuk" ajak Nita "Nit... aku kok takut yah ketemu Irma, kalo dia kayak kemarin lagi gimana tuh?" "nanti ada aku yang ngebelain kok tenang aja yah" Shinta yang tiba-tiba ikut nimbrung bersama Ina dan Nita "ehh. . hai.... " sapa ina "udah ahhh. . pokoknya kalo tuh nenek lampir smape macem-macem bakalan aku bikin perhitungan sama dia" ancam Nita "ehh Ina potong rambut yah? cantik.. fresh gitu" puji Shinta yang dipuji pun malu-malu mpus gitu hehehe "iyalah... Mas Arya yang minta tuh" goda Nita "udah ahhh... masuk yuk" ajak Ina yang tak tahan jika digoda terus menerus mereka bertiga akhirny masuk ke dalam sekolah bersama-sama sepanjang pagi sampai akhirnya jam istirahat "aku nggak liat Irma loh.. apa.dia nggak masuk yah?" ina yang celingukan takut kalo tiba-tiba ketemu dengan Irma "kamu tuh nyariin perkara yah? khan enak tenang rasanya khan?" jawab Nita "dia nggak masuk kok, tenang.aja... mungkin dia shock masalah kemarin kayaknya" sahut Shinta "biarin aja.. orang macem dia khan.juga perlua dikasih pelajaran" kata shinta lagi "ehmmm iya sih.. tapi kasian juga sih lama-lama" jawab Ina "haddduuuhhhhh...." sahut Nita dan Shinta bersamaan tanpa disadari menyadari hal tersebut mereka bertiga tertawa bersama-sama sampai di jam pulang sekolah, ina yang besemangat langsung mengeluarkan handphone, mengecek message dari Arya " mas udah dijalan ya sayang, ntar udah siap yah? mas nggak turun dari mobil, o iya bilangin sama Nita yah, Dino bawa mobil sendiri buat jemput Nita yah" "iya mas... nanti aku bilangin ke Nita yah, hati-hati aku tunggu yah nanti" balas Ina bergegas ke kamar mandi untuk berganti pakaian setelah selesai Ina pun menunggu Arya yang ditunggu pun akhirnya datang, ina dan Nita berpisah karena mereka akan hangout di tempat yang berbeda, serta shinta yang sudah pulang setelah Go-bretnya datang di dalam mobil Ina yang harap-harap cemas akhirnya memecah keheningan "mau kemana sih mas" tanya Ina "kamu pengennya kemana" " kok malah tanya aku sih mas, khan mas yang ngajak ituhhh...." "ehmmm...ke KUA mau nggak" goda Arya "ihhhh...." Ina yang gemas dan refleks mencubit. lengan Arya "ehh sakit loh..."mengelus elus lengan yang dicubit Ina walaupun dengan ketawa ketiwi "mas.ahhh. ngaco bener" seakan-akan ngambek Ina-nya "udah ikut aja yah" "awas kalo aneh-aneh lho yah" "nggak kok tenang aja " jawab Arya sambil mengedipkan mata pada Ina Ina yang melihat itu ia pun menjadi salah tingkah sendiri, sambil memalingkan wajahnya, dan berusaha untuk menstabilkan debaran jantungnya "duhh mudah-mudahan Mas Arya nggak denger" kata Ina dalam hati sesampainya di salah satu mall Arya langsung menuju ke area ice skating setelah mendaftar...Arya mengajak Ina untuk ganti sepatu skate "mas.. aku nggak bisa loh main ice skating gini" "nanti mas yang ngajarin yah" kebetulan pula saat itu sedang sepi,jadi mudah bagi arya untuk leluasa main dengan Ina disana berkali-kali jatuh dan untungnya Arya dengan sabarnya mengajari Ina bermain Ice skating setelah dirasa lumayan lancar, Arya melepas pegangannya pada Ina, ketika di ajak oleh Arya agar melaju sedikit cepat, ina yang kaget hampir jatuh ke depan, dengan sigap Arya langsung menangkap dan refleks memeluk Ina Arya yang menunduk dan memandang wajah Ina, "In.. mas boleh ngomong ndak?" "ya mas kenapa?" ina yang sedang dalam posisi dipeluk oleh Arya dan dag dig dug debaran jantungnya menunggu apa yang akan Arya bicarakan "mas sayang sama kamu, itu juga udah lama banget mas suka sama kamu, tapi mas takut mau ngedeketin kamu, takut kamu sudah punya pacar" "hahhh.... pacar??? mas ini ngomong apa? nggaak lagi error khan otaknya" Ina yang semakin salah tingkah "mas nggak becanda In, mas bener-bener sudah jatuh cinta sama kamu sejak pertama kali kamu masuk sekolah,kamu bener-bener beda sama cewek lain, cewek lain berusaha nyari perhatiannya mas, tapi kamu nggak In, mas bener-bener suka sama kamu, apalagi setelah kita ketemu lagi trus kenalan di japanese resto waktu itu" Arya yang menjelaskan panjang kali lebar pada Ina tali tak melepaskan pelukannya padaa Ina "hahhhh" jawab Ina seakan-akan tak percaya "kamu tuh dari tadi jawabnya hah.. hah terus In.... mau nggak kamu jadi pacar mas?" sambil membenarkan rambut depan Ina Ina yangg mendengarkan itu langsung lemas dan tak disadari langsung jatuh terduduk saking tak percayanya, seorang Arya memintanya untuk jadi pacarnya "sayang kamu kenapa" Arya yang panik karena Ina yang tiba-tiba jatuh terduduk Arya yang membantu Ina untuk berdiri, memandang mata Ina begitupun dengan Ina "kamu nggak papa khan?" Ina yang hanya menjawab dengan gelengan kepala Arya yang masih memandang Ina dengan intens, "gimana... kamu mau jadi pacar mas khan sayang?" tanya Arya penuh harap kira-kira..... gimana yah jawabannya Ina diterima, ditolak, atau pikir-pikir dulu? ???
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD