"Fat, ayo keluar dong. Kamu kenapa sih?." Karisma menggedor pintu toilet tersebut, ini hampir lima belas menit lama nya dan wanita itu tak kunjung keluar. "Fat, kamu jangan bikin saya khawatir ya. Ayo keluar." Wanita itu tidak menjawab, Karisma mulai khawatir. Ia menggedor lebih keras agar wanita itu membuka nya. "Fat, kalau kau gak keluar saya dobrak pintu ini." Masih tidak menjawab, Karisma mulai mengambil ancang-ancang untuk mendobrak. Cklek! Hampir saja, hampir saja laki-laki itu menubruk tubuh Fatimah. Wanita itu membuka pintu dengan cepat. Jarak keduanya sangat dekat. Karisma bisa melihat mata sembab Fatimah, hidung yang memerah. "Maaf, saya gak tega buat turuni kamu di sana. Lagi pula jarak nya juga dekat." "Apa salah nya turuti saja. Saya gak minta aneh-aneh." Mata Fatima

