21

1242 Words

Alunan lagu Mahen-pura-pura lupa—mengalum lembut dalam kamar Fatimah. Wanita itu duduk termenung didepan jendela. Malam ini, otaknya terus berputar sewaktu pertemuannya dengan Karisma. Dirinya merasakan sesuatu yang berbeda saat laki-laki itu mengigit sepotong roti. Sesuatu bergejolak dalam dirinya ingin merasakan ditempat laki-laki itu makan. Dan hingga malam ini, ia tidak dapat tertidur lelap hanya karna gigitan laki-laki itu. "Hah...." Fatimah menghela nafas. Ia beranjak menuju ranjang, mengambil ponselnya. Lalu membuka kontak telefon. Ia mencaru kontak seseorang. Saat hendak menekan tombol panggilan, ia berhenti. "Enggak, ngapain juga aku nelfon dia." Wanita itu membanting ponsel nya di samping ranjang. Ia kemudian berdiri dan berjalan kesana kemari. "Jangan lakukan itu." Ucapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD