53. Hadirnya, Kacaukan Duniaku

1134 Words

Adakah yang mau menjalani hubungan tanpa rasa? -Tanya Renatta- * Renatta hempaskan punggungnya ke jok mobil. Sesungguhnya dia sudah bersiap mendengar jawaban Erlan akan seperti itu, tapi tetap saja dadanya terasa sakit, nyeri, bagai teriris sembilu tajam. “Hei, jangan ngambek gitu, Renatta,” Erlan lepaskan sabun pengaman agar bisa mendekat ke Renatta, “kamu kan tahu kita sedang dalam taruhan tidak jelas yang dibuat Rafi? Masih ada dua minggu tersisa, kalau kita yang menyerah maka sekali lagi Rafi yang akan mendapatkan manfaat dari pertaruhan ini.” Erlan singkirkan anak rambut Renatta ke belakang telinganya. “Tidak bisakah kita hentikan saja pertaruhan bodoh ini?” tanya Renatta, “agar kita bisa lebih leluasa berhubungan?” Erlan berikan senyum yang terkesan misterius, “hanya perlu men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD