54. Apa Kabarmu?

1055 Words

Menangis merindukan bayanganmu -Erlan untuk gadisnya- * Bel pintu kediaman Danantya siang itu bunyi berkali-kali, tanda bahwa si tamu tidak sabar ingin segera masuk ke rumah. “Mas ada janji sama siapa gitu?” tanya Wiwid pada Danantya, suaminya yang asik menonton televisi. Danantya, lelaki yang tetap terlihat menawan di usia jelang lima puluh tahun, berpikir sejenak, tapi kemudian menggeleng, “gak ada. Tamu mamah barangkali.” “Tapi aku gak ada janji dengan siapapun. Biarkan dibuka sama simbok deh.” Jawab Wiwid, teruskan memotong apel. Tiba-tiba terdengar ucapan salam dari suara bariton yang menenangkan, “assalamualaikum.” “Waalaikumusalam.” Baik Danantya dan Wiwid menjawab bersamaan, keduanya menoleh ke arah si pengucap salam. “Danendra! Anakku!!” Wiwid segera berlari menuju sosok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD