Kukira hadirmu saat ini untuk kembalikan mimpiku -Renatta to Fatih- * Jawab Fatih, dia tunjukkan cincin di jari manis kanan sebagai bukti dia sudah terikat pada perempuan lain. Hal ini memang benar adanya, istrinya itu bagai malaikat tanpa sayap, yang ikhlas merawatnya di awal dia tidak bisa menerima kenyataan kakinya diamputasi. Hidup dengan hanya satu kaki memang bukan nista, tapi itu akan berakibat kegiatannya sebagai ilmuwan akan terhambat. Fatih tahu, jawabannya itu mampu remukkan hati Renatta berkeping-keping, aah tidak hanya hati Renatta tapi juga hatinya sendiri. Sedari pertama kali melihat Renatta berlari ke arahnya, hati Fatih yang sudah remuk, semakin berserak. “Tidak! Kamu bohong! Mana dia, aku ingin bertemu!” teriak Renatta, geram, dia bahkan sampai berdiri dari kursi tap

