Angga membanting tubuhnya ke kasur. Matanya tertutup dengan tangan yang menyugar kasar poni di rambutnya. Sial! Angga tidak pernah tahu kalau hari ini akan berlalu dengan sangat buruk. Awal yang buruk dengan menabrak Fresya dan diakhiri dengan keributan bersama kekasih perempuan itu. Hah.. Angga bnera-benar tidak percaya jika hari ini berjalan dengan tidak baik. Ia kira melihat wajah Jo yang baik dan moodnya bagus malah akan memuat hari-harinya menjadi baik. Tapi ternyata kebalikannya. Angga juga tidak percaya jika dugaan yang lebih masuk ke prasangka itu terjadi dengan sangat cepat. Bahkan tidak berselang dari satu minggu. “Masa sih ada hubungannya sama Fresya?” Gumam Angga. Lelaki itu kembali bangkit dari tidurnya dan duduk dengan lesu. Kedua siku tangannya bertumpu pada pahanya. Memega

