(Akhir perjuangan Angga) “Hersa, sebenarnya siapa lelaki ini?” Hara menatap anak pertamanya itu dengan tatapan menyelidik. Membat Hersa menelan salivanya takut. “Dia anak pertama dari Farhan Rajendra. Dan cucu pertama dari Pramuji Dwestra Rajendra, Pa,” ujar Hersa seraya menunjukkan sebuah data dari ponselnya. Yang mana jelas membuat Angga membulatkan mata. Ternyata Kakak Fresya bukan orang yang bisa diajak main. Lelaki itu bahkan memiliki datanya. Angga saja tidak begitu ingat nama lengkap Kakeknya. Tapi lelaki itu bisa tahu keseluruhan tentang Angga. Sepertinya Angga tidak bisa bermain-main dengan Hersa. Takut-takut lelaki itu memegang prinsip senggol bacok. Hara tertawa kecil. “Ternyata kamu bukan sembarang orang. Pantas saja kamu bisa berkata dengan sangat tegas seperti itu. Ternya

