Freya duduk di teras rumah baru yang ia tinggali. Dia melepaskan kastanya di sini. Dia berpakaian selayaknya penduduk desa bisa dan rambut dikuncir satu bak ekor kuda. "Freya," sapa Arsen. Arsen pun mengenakan pakaian yang sama. Dia yang dulunya berasal dari orang tak punya, lebih leluasa saat dalam keadaan seperti ini. "Iya, Kak," jawab Freya dengan lirih. Arsen pun duduk di kursi tepat di samping Freya. "Jalani kehidupan ini dengan baik, maka kehidupan pun akan baik pada dirimu. Nggak ada gunanya kita mengeluh, kalau tak ada usaha dari kita sendiri. Nikmati apa yang harus kita lalu dan bersyukur apapun yang terjadi." Arsen mencoba menasehati adiknya. Kedua orang tua yang ditumpangi tinggal Arsen dan Freya pun tersenyum, kala mendengar ucapan Arsen yang begitu bijaksana. Dia tak men

