Ketika Saiko terbangun, dia sudah mencium aroma masakan yang enak. Dia segera bergegas ke dapur dan mendapati sang istri tengah memasak. Diapun tidak tahan untuk memeluk Nastya dari belakang. "Katamu tidak bisa memasak, " bisik Saiko setengah menggoda. Senyumnya tidak bisa berhenti sebab biasanya Nastya jam segini masih tidur nyenyak. "Aku kan mau jadi istri idaman, jadi mulai sekarang belajar masak ah biar tidak diremehkan Ibu mertua, " jawab Nasya sungguh-sungguh. "Aku tidak memaksa kamu loh, memangnya tidak takut kuku kamu rusak? " goda Saiko sembari menyenderkan dagunya ke bahu kiri sangat istri. "Ih, jangan bawel dong. Nanti kalau tida enak tetap harus kamu habiskan! " sergah Nastya. "Iya, apapun yang kamu masak akan aku makan. " "Serius? " tanya Nastya kaget, saat dirinya

