24. Musuh dalam selimut

1006 Words

Nastya tidak habis pikir kenapa bisa bertemu lagi dengan Saiko ditempat seperti itu, dan yang lebih gila lagi mereka tadi berciuman? Nastya mencuci mulutnya berkali - kali, rasa benci itu masih terus melekat. "Saiko memang gila, berani - beraninya dia mencium aku di tempat umum. Tapi ya sudahlah, aku bisa mendapat 2 Milyar darinya. Masih hutang beberapa ciuman? Sorry saja ya, kamu nggak bakal bisa bertemu dengan Jimmy lagi, " gumam Nastya sambil menatap dirinya sendiri di cermin. Kemudian Nastya beranjak ke tempat tidur, sampai tiba - tiba pintu kamarnya ada suara bell. "Aliando kah? " batin Nastya berdiri lagi dan membuka pintu. Tidak disangka jika yang datang adalah pegawainya. "Nona, ini ada sebuah bingkisan dari Tuan Saiko, " ucap pegawai tersebut sopan. "Baiklah, kamu si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD