44. Kebahagiaan Yang Sirna

1001 Words

Setelah Nastya sampai di hotel, rupanya di sana ada Syahila. "Kak, kapan kamu datang? " tanya Nastya kaget. " Pagi ini, makanya aku langsung datang kemari, " jawab Syahila. "Kak, kamu sudah sarapan belum? " tanya Nastya yang sudah menganggap kakak Aliando seperti kakaknya sendiri apalagi memang Nastya anak tunggal yang dulu pernah berharap punya saudara. "Sudah dong, aku ke sini ingin menunjukkan gaunku," ujar Syahila bersemangat. Nastya sebenarnya sedang lemas dan tidak berdaya, tetapi demi membuat kakaknya Aliando senang dia berusaha merespon dengan baik. "Coba aku lihat kak? " pinta Nastya mencoba ceria. Syahila segera membuka koper kecilnya, dan Nastya langsung terpukau. "Wah, kalau begini nanti aku yang tunangan bisa kalah dong, " canda Nastya. "Gaun kamu sudah jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD