Bab 16

1568 Words

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju kediaman Hadinata, Sendy terus bersungut kesal. Sedangkan Angga merasa ketar-ketik karena mungkin saja nanti istrinya akan mengadu. Ia belum siap mendengar ceramah panjang kedua orang tuanya. Karena niatnya ke kediaman Hadinata hanya untuk mengambil pakaian yang akan dibawa pindah ke kediaman Suryatama. “Sayang sudah dong marahnya,” bujuk Angga agar istrinya mau berpaling menatapnya. “Daripada kamu mandangin jalan, mending mandangin Kak Angga ganteng,” goda Angga lagi agar Sendy meperhatikannya. Namun sekali lagi usahanya gagal, karena Sendy sama sekali tidak bergeming dari posisinya saat ini. Kepalanya masih menghadap keluar jendela mobil, memperhatikan jalan sekitarnya. Angga bahkan tidak tahu jika saat ini air matanya telah luruh. Sendy mera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD