EIGHT

1550 Words

"Wanda! Ih, malah bengong! Ngelamunin apa sih?" "Eh?!" Wanda gelagapan saat mendengar suara Wulan yang sedari tadi memanggil namanya. Gadis itu segera menyuap mie goreng di hadapannya. Membuang rasa malu karena ketahuan sedang melamun. "Ck, berarti dari tadi gue ngomong panjang lebar nggak didengerin dong?" sungut Wulan. "Denger kok!" elak Wanda setelah meneguk makanannya. Wulan mencibir. "Emang gue ngomong apaan?" Wanda diam saja. Melanjutkan makannya. Tak bisa menjawab. "Tuh kan nggak bisa jawab. Emang lo mikirin apaan? Jangan bilang kalo lo perlu uang buat beli piano. Basi tau," omel Wulan. Wanda menghela napas. Ia berhenti menyuap makanannya dan meletakkan sumpit ke mangkuk. "Gue lagi nggak mikirin itu," katanya. "Teruuus? Mikirin apaan kalo bukan duit?" Gadis itu mendengus.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD