SEVEN

1498 Words

Wanda terdiam membeku setelah Arga meninggalkannya. Berpikir keras dan mencerna semua yang baru saja terjadi padanya. Mengingat-ingat apa saja penyebab utama mengapa dirinya bisa berada di kamar asing ini bersama Arga. Perlahan tangan kanannya terangkat dan menyentuh bibirnya. Rasa lembut, manis dan hangat itu masih sangat segar di memori gadis itu. Ciuman pertamanya... kandas sudah. Wanda bingung. Apakah ia harus bahagia karena telah merasakan ciuman semanis itu atau ia harus bersedih karena ia tak dapat memberikan ciuman pertamanya pada pria yang dicintainya kelak? Dan haruskah ia marah pada Arga , pria dingin yang telah merebut ciumannya itu? Sungguh, Wanda pun tak mengerti dengan apa yang harus ia rasakan sekarang. Terlalu tiba-tiba dan terlalu membingungkan. Rumit sekali. Gadis itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD