Bintang melirik ke arah wajah Askan yang sedang menatap awan di langit. "Hei, Nona Korban sudah lama naik pesawat ke tempat tujuan, lagipula Nona Korban nggak naik ke langit, tapi naik pesawat," celetuk Bintang. Askan melirik ke arah Bintang, matanya terlihat tajam, namun tatapan ini malah justru membuat Bintang terbahak begitu juga dengan beberapa teman yang lain. "Hei, aku tau tatapan itu, ini adalah tatapan rindu yang nggak bisa ditahan karena terlalu cinta! Askan, kamu benar-benar mabuk cinta sekarang!" Otto menunjuk ke arah hidung mancung Askan. "Hahahah!" teman-teman tertawa. "Cie cie! fall in love!" Rajes cengengesan menggoda Askan. "Ah! Adik sayang, Abang rindu sangat, rindu sangat!" Hasan yang selama ini hanya diam-diam, kini mulai membully Askan. "Beuh! hahaha!" tem

