David menggendong Sri menuju ke hotel. Sri, yang dalam dekapan David, memegang erat pundak David. Dia, menatap pria itu lekat dan mengerjapkan matanya. David, hanya tersenyum yang ditatap seperti itu oleh Sri. "Sudah sampai." Sri, melihat kesekitar, dan benar, mereka sudah sampai di depan kamar hotel miliknya. David, menurunkan wanita itu dengan perlahan, sementara Sri membenarkan tongkatnya dan kemudian membenarkan posisi berdirinya. Dia menatap David dengan menyengir, "Mas David, makasih yo sudah bantuin Sri. Sri jadi ndak enak." David tersenyum tipis, "Terimakasih kembali. Saya, merasa senang bisa membantu kamu. Jangan sungkan, kita kan teman." Sri mengangguk, "Iya, teman hehe. Oh iya, Mas David kenapa bisa di Hongkong juga kayak Sri sama Mas Romeo?" "Romeo belum mengatakannya d

