Mobil milik Romeo, sampai di mansion keluarganya. Pria itu mematikan mesin mobilnya dan diam. Sepanjang perjalanan tadi, tak ada yang berbicara. Semua terasa canggung, untuk Romeo dan juga Sri sendiri. Sri, menggigit bibir bawahnya tak bergerak meski seinci pun. Sementara Romeo, melirik ke arah wanita disampingnya, sambil tak bersuara. Karena keheningan ini, membuat akhirnya Romeo berdehem untuk mencairkan suasananya. "Ehem!" Sri yang mendengar deheman Romeo, semakin merona pipinya. Dia bahkan menggigit bibirnya semakin kencang, seirama dengan detak jantung yang sangat kencang. "Sudah sampai." Romeo mengatakan kata singkat, membuat mau tak mau Sri harus menanggapi ucapan pria itu. Dia sambil meringis tertawa kecil menatap ke samping Romeo, "Hehe, iya udah sampai hehe." Romeo melih

