“Gimana?” tanya Alma penasaran. Tidak hanya Alma, tetapi ada Bias dan Danuar yang juga menunggu dengan ketegangan yang sama. Mereka bertiga berkumpul di kamar Bias, hanya untuk menunggu hasil tes kehamilan yang dilakukan Cinta. “Kayaknya belum, deh, Ma,” ujar Cinta menghampiri Alma, lalu menunjukkan tiga buah alat tes kehamilan pada mama mertua. “Hamil ini, Cin!” seru Alma tanpa sadar menepuk keras lengan Bias di sebelahnya, “satu garisnya memang samar, tapi ini sudah tanda-tanda ada isinya.” Alma tersenyum lebar menatap Danuar. “Bentar lagi ada yang panggil kita oma sama opa.” “Mama yakin, Ma?” tanya Bias mengambil ketiga hasil tes tersebut dari tangan Cinta. Melihat lamat-lamat pada dua buah garis yang perbedaannya sangat mencolok. “Yakin,” ujar Alma, “harusnya Denok tadi beli juga

