Bias segera menghampiri Cinta setelah mengunci pagar dengan gembok. Ia melangkah pelan, tatapannya menyapu halaman rumah yang rumputnya mulai memanjang, dipenuhi daun-daun kering yang tersebar di banyak tempat. Sejak Cinta mengusir seluruh penghuni rumah, sepertinya tidak ada satu pun asisten rumah tangga yang ditugaskan untuk menjaga membersihkan tempat tersebut. Kediaman Naratama, dibiarkan begitu saja. “Gimana kalau nanti kita pindah ke sini?” usul Cinta setelah membuka pintu rumah dan memasukinya. Bau apek langsung menyeruak, menyambut kedatangan mereka dengan udara pengap dari ruangan yang belakangan ini tidak berpenghuni. Untuk itu, Cinta membuka pintunya lebar-lebar dan juga jendela yang di dalam rumah. Membiarkan udara segar masuk, mengganti aroma pengap yang seolah menempel d

