Keputusan guru BP kepada Radit dan Raga adalah memanggil orang tua mereka untuk datang ke sekolah. Selain itu, Bu Dina akan memberi skors untuk mereka berdua karena tindakannya sudah kelewat batas yaitu berantem di area sekolah. Radit memberikan surat panggilan kepada papanya. Eza terkejut saat membaca surat itu. Eza membanting kertas beserta amplopnya ke meja. "Kenapa bisa sampe kaya gini? Ngelakuin apa kamu?" Tanya Eza dengan nada membentak. "Maaf, Pa," ujar Radit lirih. "Maaf maaf. Gak guna maaf kamu itu. Kamu malu-maluin papa aja. Kamu ngelakuin apa, Dit?" Tanya Eza. "Radit berantem sama Raga." jawab Radit jujur. Eza mengerutkan keningnya, "ada apa kamu sampe berantem sama si Raga itu?" tanya Eza. "Radit kemarin udah bilang sama papa kalo Radit bakal ngadepin Raga karena dia ud

