HAPPY READING
MAAF KALAU MASIH BANYAK TYPO...
Suruh dia masuk” kata dingin bintang.
“pak, maaf, kata pak bintang bapak disuruh masuk. Ruangan pak bintang ada di lantai 20. “
“Terima kasih mba.”
Ayah dinda langsung menuju ke lantai 20 dimana CEO Bintang ada disana.
Tok tok tok tok.
Dari dalam CEO Bintang mejawab. “Masuk”
“silahkan duduk. ada maksud apa anda datang kesini tuan ricad roses!!!." Ucap bintang dingin sambil menyilangkan tangannya kedepan dadanya
Sambil menduduki kursi, ricad berbicara.
“Sebelumnya maaf tuan, saya sudah mengganggu waktu anda, kedatangan saya kesini, saya ingin membatalkan perjanjian yang telah kita sepakati kemarin. Disini saya juga mau mengembalikan saham yang telah anda tanamkan diperusahaan saya, lebih baik saya hancur dari pada saya menukar anak saya dengan harta.”
“enak saja kamu ngomong, dari mana saja kamu, kenapa tidak kemarin kemarin. Perjanjian yang sudah disepakati tidak bisa diubah.!!!” Jawab bintang dengan nada penekanan
“tolong batalkan semuanya tuan, saya mohon, hanya dinda lah satu satunya harta yang saya miliki.” Mohon tuan ricad ayah dinda.
“Cuih, dasar tua bangkotan yang si penggila harta!!. Keluar dari sini!!!. Beraninya kau kesini. Kalu kau berani membatalkan perjanjian kemarin, maka anak anda akan tinggal nama!!!. Camkan itu!!
“Tolong tuan, maafkan saya. Tolong batalkan”.
Sebelum perkataan selesai bintang sudah memanggil geri untuk menyeret calon mertuanya yang awalnya mata duitan ini.”geri, bawa orang ini pergi dihadapanku.seret dia.!!!”
“Baik tuan”. Sesampainya di lobi geri melepaskan tangan tuan ricad.
Ayah dinda meninggalkan kantor bintang dengan muka masam.
Sore harinya
Dinda pulang dari kuliahnya, dia masih kepikiran dengan ucapan ayahnya tadi siang.
Lalu saat melihat mobil ayahnya dihalaman ia bergumam. “tumben ayah sudah pulang, semoga ayah membawa kabar berita bahagia” dinda pun bergegas masuk kedalam.
Namun saat ingin melangkahkan kakinya ke tangga menuju kamarnya ia dipanggil ayahnya yang berada di ruang makan.
“nak, kesini dulu”
“Bentar ayah dinda mau mandi dulu.” Kata dinda.
“Oh ya sudah mandi dulu, nanti kesini temani ayah ngobrol. Ada yang mau ayah omongin sama kamu.”
“iya” kata dinda sambil menaiki tangga”
Setelah dinda selesai mandi ia turun kebawah menemui ayahnya dinda belum sempat menyampaikan kabar tersebut kedinda, namun dinda sudah membrondong beberapa pertanyaan kepada ayahnya.
“ayah bagaimana kabar dari tuan bintang, apakah tadi ayah sudah menemuinya dikantor tuan bintang? Apakah tuan bintang mau membatalkan pernihan ini ayah?.”
“sini nak, duduk lulu. Ini juz alpukat kesukaanmu kan, tadi ayah sudah membuatkannya untukmu.” Rayu ayah lembut.
“ langsung saja ayah, dinda mau meminta jawabannya.” Jawab dinda sambil menyeruput juz alpukat buatan ayah.
Sebelumnya ayah minta maaf, tadi pagi, sebelum ayah kekantor, ayah sudah menemui tuan bintang dikantornya. Dia bilang dia tidak ingin membatalkan perjanjian yang sudah kita sepakati dulu.
Flashback on
Tiba tiba tuan ricad datang kekantor tuan bintang
Tok tok tok tok
“Masuk”. Sahut bintang dari dalam.
“Bagaimana tuan ricad, ada yang bisa saya bantu.” Kata bintang lagi. sebenarnya Ricad sudah mengetahui dari mata matanya yang ia sewa, bahwa ricad akan mendatanginya untuk meminta tolong menyelamatkan perusahaannya yang mengalami pailit.
sudah sejak lama bintang sangat tertarik dengan dinda, karena itu ia rela menyewa mata mata untuk mencari tau informasi apa saja yang dilakukan oleh keluarga ricad terutama adinda. bahkan perusahaan ayah dinda yang mengalami pailit seperti sekarang ini adalah karena ulah bintang. karena jika perusahaan ayah dinda merugi maka ia akan datang untuk meminta tolong kepadanya.
“tuan bintang kedatangan saya kesini, saya ingin meminta bantuan anda untuk menyuntikkan dana atau menanam saham diperusahaan saya, karena perusahaan saya akan pailit.” Kata tuan ricad.
“Kalaupun saya menanamkan saham di perusahaan anda, lalu apa yang saya dapatkan tuan ricad.” Kata bintang
“apapun yang anda minta tuan bintang.” Kata ayah dinda.
“ menarik” kata bintang sambil menarik bibirnya.
Bintang tampak berpikir lalu ia ber, oke kalau kamu maunya seperti itu. Saya akan menanamkan sayam saya sebesar 50% tapi, serahkan anak anda kepada saya.
Ricad tampak berfikir didalam hati ia bertanya “ wah berati kalau dinda dijadikan istri oleh tuan bintang berati hidup dinda akan enak. “
Lalu ricad berkata” iya, silahkan ambil anak saya, jadikanlah dia istri.
Lalu bintang memanggil geri."Geri, buatkan surat perjanjian, kamu sudah dengar kan apa yang kita bicarakan tadi, kebetulan ruangan asisten geri dan bintang satu ruangan. sehingga geri tau semuanya apa yang dilakukan oleh ricad.
jodoh, maut, rezeki hanya kuasa allah.kita hanya berdoa dan berusaha"
"iya tuan akan saya buatkan, mohon tunggu sebentar." kata geri sambil membuat perjanjian.
setelah menunggu beberapa saat
"ini tuan perjanjiannya." sambil menyerahkan draf perjanjian.
Pihak I = BINTANG VALENTINO
Pihak II = RICAD ROSES
1. Pihak I akan menanamkan sahamnya sebesar 50 %
2. Pihak II akan menyerahkan anaknya yang bernama Dinda Roses kepada pihak I untuk dijadikan istri oleh pihak I.
3. jika ada salah satu pihak yang membatalkan berjanjian tersebut maka akan menyerahkan semua perusahaan yang ia punyai
4. perjanjian ini dibuat dengan sadar dan tanpa adanya paksaan oleh salah satu pihak.
perjanjian ini disetujui oleh
PIHAK I PIHAK II
BINTANG VALENTINO RICAD ROSES
Flasback off
mendengar perkataan ayah tadi dinda hanya bisa menangis, luluh lantak hati dinda. dia hanya memikirkan bagaimana ia kedepannya akan hidup.
ayah dinda menenangkan dinda sambil memeluknya.
"maafkan ayah ya nak, karna keserakahan ayah kemarin kamu jadi korbannya. kalu kamu marah sama ayah, silahkan saja. tapi ayah mohon jangan tinggalkan ayah ya nak" kata ayah dinda sambil menangis.
" iya ayah, dinda sudah menerima semuanya. dinda sudah ikhlas. doakan dinda supaya kedepannya dinda bisa hidup, bisa menata masa depan dinda." kata dinda masih menangis, tapi karena mendapat pelukan dari ayahnya dinda sudah mulai tenang. walaupun dia sudah ikhlas, tapi dinda masih merasa sedih
tidak terasa jam dinding menunjukan pukul 10 malam
"yasudah tidur, hari sudah mulai malam dinda.
sampai dikamar dinda tidak lupa menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. dia juga berdoa untuk meminta kekuatan supaya kedepannya ia bisa menjalani hari harinya dengan bintang yang terkenal sebagai mavia kejam.
tak terasa sudah satu minggu sudah terlewati. hari ini adalah hari dimana akan di adakannya pernikahan dinda dan bintang, hari yang sudah ditunggu tunggu oleh bintang namun hari yang paling ditakuti oleh dinda.
dari tadi pagi pagi subuh, rumah dinda sudah ramai, mulai dari dekor, chattering, wo sudah disiapkan semua oleh bintang.
tok tok tok tok ayah dinda mengetuk untuk membangunkan anak cantik semata wayangnya.
"din, dinda bangun nak, sudah subuh. cepat mandi karna sebentar lagi mua akan datang untuk merias dinda." kata ayah didepan pintu kamar dinda.
ceklek. dengan gontai, dinda membuka pintu sambil berkata."iya ayah, dinda sudah bangun dari tadi pagi."
ayah tersenyum sambil memandangi wajah cantik dinda. "din, sekali lagi maafin ayah ya nak. karna ayah kamu harus begini."
dinda tersenyum sambil berkata " iya ayah, insaallah dinda siap lahir batin."
"anak ayah ternyata sudah dewasa, sebentar lagi sudah jadi milik orang." dengan tersenyum ayah berkata sambil mengacak rambut dinda.
"iihh ayah...., rambut dinda jadi berantakan." balas dinda dengan nada manja nya .
"yasudah, sebentar lagi akan ada mua yang akan mendandani kamu. ayah tinggal kebawah "
ayah meninggalkan kamar dinda, lalu dinda masuk lagi kekamarnya. dinda duduk dimeja rias sambil memandangi foto bundanya.
ia berkata." bunda, kalau memang ini sudah takdir dari yang di atas, dinda iklas menerima nya bund, tolong doain dinda yabund, supaya kuat dan kedepannya dinda bisa jadi istri solehah. walaupun sekarang dinda belum cinta, tapi dinda akan mencobanya untuk mencintai tuan bintang." tak terasa air mata dinda mengalir. namun air mata saat ini bukan air mata kesedihan lagi, namun sudah berubah menjadi air mata kebahagiaan. ia terharu karna sebentar lagi akan menjadi istri orang.
tok tok tok, bunyi tersebut membuyarkan lamunan dinda
"iya, sebentar". dinda beranjak untuk membukakan pintu kamarnya.
ceklek
"maaf mba, saya mua yang bertugas untuk mendandani anda." kata mua tersebut
""iya mba, silahkan masuk."
dinda mulai dirias oleh mua tersebut.
setelah beberapa menit berlalu riasan dinda sudah selesai. "mba, ini riasannya sudah selesai, sembari menunggu pengantin pria datang, mba menunggu disini, nanti kalau sudah datang mba akan dipanggil oleh pihak wo. mba tidak papa kan saya tinggal sendiri." kata mua sambil membereskan alat make upnya
"iya mba, tidak apa apa saya dikamar sendiri." jawab dinda.
" ketika kita sudah berusaha merubah takdir, dan takdir tersebut tidak berubah sedikit pun, maka langkah yang selanjutnya yang kita jalankan adalah menerimanya dengan ikhlas."