pemohonan ayah

1015 Words
“maafin ayah nak, selama ini ayah hanya sibuk memikirkan perusahaan, perusahaan itu juga kedepannya akan menjadi milikmu kan.” Kata ayah sambil duduk ditepi ranjang. “dinda gak butuh itu semua ayah, dinda hanya butuh teman. Toh kuliah pun dinda juga dapat beasiswa.” Kata dinda dengan sedikit emosi,karena setelah beberapa bunda meninggal baru ini ayahnya mau masuk kekamar dinda. “Nak, ayah mau bicara serius sama kamu, tolong bantu ayah nak, hanya kamu yang bisa membantu perusahaan bisa kembali seperti semula” kata ayah sambil memegang kedua tangan dinda. “ apa yang bisa dinda bantu ayah. “ walaupun dinda saat ini sedang marah, dia tetap menyembungikan kemarahannya. “ menikahlah dengan CEO Bintang.” Jawab ayah “maksudnya ayah...., berati ayah lebih memilih perusahaan, dari pada dinda, dari pada anak ayah sendiri!!!!. Disini dinda marah, menangis karena dia merasa bahwa ayahnya menjual dirinya. “hanya kamu harapan ayah nak, tolong ayah nak, ayah sudah tidak memiliki siapa siapa”. Kata ayah sambil memohon. “ Ayah jahat!!!!. Lebih baik dinda mati, dari pada dijual kepada casanova itu.” Dinda sudah tau kalu Bintang itu termasuk casanova, karena beberapa kali ayahnya ada pertemuan bisnis dengannya, dia dan ibunya selalu dibawa oleh ayahnya untuk ikut diacara tersebut. “Plak. Tiba tiba ayah menampar dinda "tampar saja dnda ayah...!!!, kalau itu yang membuat ayah senang..., sekali lagi tampar dinda ayah...." “jaga mulutmu dinda, ayah tidak suka kamu ngomong seperti itu, setelah kepergian bundamu, kamu jadi anak pembangkang. Kata ayah nampak emosi. “ dinda tidak seperti ini kalau ayah tidak seperti itu, ayah yang jahat, ayah rela menukar dinda dengan harta, ayah gak punya waktu untuk dinda, dipikiran ayah hanya perusahaan, perusahaan. apa nama dinda dihati ayah itu sudah menghilang... !!!!. " Kata Dinda dengan emosi dan menangis sesenggukan menatap ayahnya. “Terserah kamu mau bilang apa, persiapkan diri, mau tidak mau satu minggu lagi kamu nikah.” Kata ayah egois sambil berlalu pergi. Setelah kepergian ayahnya, dinda duduk termenung di samping ranjang Sambil menangis dan menekuk lututnya dia berkata. “ya tuhan, bolehkah dinda memilih untuk mati saja, dinda ingin hidup bahagia didalam surga saja bersama bunda, dari pada didunia dinda hanya tersiksa.” kata dinda sambil menangis, ia hanya bisa meringkuk diatas kasur dengan keadaan kacau, Tak terasa hari mulai malam, jam dinding menunjukkan pukul 12 malam. Karna lelah menangis, dinda tertidur sambil memeluk lututnya disamping ranjang. Namun baru beberapa jam tertidur, dinda didatangi oleh ibunya. Sambil mengelus kepala dinda dengan rasa sayang dalam mimpi dinda, bunda berkata “Dinda, anak bunda yang cantik, yang sabar ya nak. Dinda harus jadi dokter yang hebat, bunda yakin dinda kuat. Dinda harus bangkit dari keterpurukan, masa depan dinda masih panjang. “ Tidak bund, dinda ingin ikut bunda, dinda disini sudah tidak kuat.” saat dinda berkata seperti itu ibunda dinda pergi menuju jalan yang sangat indah. "Bun, bunda, bunda, dinda ikut bunda. " Jangan tinggalkan dinda. Tiba tiba dinda melonjak kaget terbangun dari mimpinya. "Orangtuamu tidak pernah ingin kamu menjadi seperti mereka tapi mereka ingin kamu menjadi lebih baik dari mereka." "Jika kamu menjatuhkan orang lain agar terlihat hebat, berarti tanpa sadar kamu sedang merendahkan dirimu sendiri." Terkadang kita harus berterima kasih karena sudah sampai dititik ini, bahkan untuk mencapai dititik ini, banyak rintangan rintangan yang sudah dilalui" “cuit cuit cuit cit” suara burung itu bersautan satu sama lain Waah indahnya, burung itu sepertinya terlihat seperti keluarga harmonis, tidak seperti keluargaku sekarang yang sudah sangat sangat berantakan, aku memiliki ayah tetapi tak seperti memiliki ayah, karena ia rela menjual anaknya, yang kupunya hanya bunda, walaupun bunda sudah tiada tapi aku yakin bunda diatas sana selalu ada disekitarku. “ kata dinda bergumam sendiri sambil memandangi burung tersebut. Dinda teringat kalau dia harus bangkit, harus bisa menjadi wanita kuat, untuk menyemangati dirinya sendiri ia bergumam lagi “semangat dinda, raih cita citamu, kamu harus jadi dokter hebat seperti keinginan ibunda, jika memang takdirmu besok harus menikah itu juga sudah digariskan oleh allah. Yang kamu bisa hanya berdoa semoga dipernikahanku aku bisa hidup bahagia.” kata dinda yang sedang menyemqngati dirinya sendiri Hari ini kebetulan hari libur, sehingga hari libur dinda hanya dihabiskan didalam kamar, hanya sesekali saja dia keluar kamar. Kruncuk krucuk terdengar suara perut dinda “ wah lapar sekali perutku, ada makana nggak ya?”. Lalu dinda turun kebawah mencari bahan makanan untuk dimasak. Dinda sedari kecil sudah dibiasakan oleh bundanya untuk mandiri. Saat bundanya masih hidup disaat bundanya sudah sering mengakjarkan dirinya untuk memasak. Bahkan dulu disaat usianya 10 tahun dia sudah pandai membuat brownish. Ketika dinda membuka lemari pendingi, dinda hanya menemukan sebutir telur sama satu mie instan. “ ah semua bahan makanan sudah habis semua, hanya ada ini yaudah lah ya makan ini aja. Besok setelah kekampus mampir ke super market dulu." kata dinda bermonolog sendiri Saat dinda memasak mie instan sam telur yang hanya tinggal satu tersebut tiba tiba dinda merasakan ada tangan melingkar dipinggang dindadan tak lama terdengar siara ditelinga dinda, masak apa sayang, hemm baunya wangi sekali sewangi badan kamu" bintang berkata sengan intonasi penuh penekanan. ia berkata sambil mengendus leher jenjang dind a dengan birahi yang mulai menegang “hah dinda terperanjat kaget , langsung menghentakkan tangan bintang. Dinda pun berkata “ jangan kurang ajar kamu, kamu siapa, todak punya hak atas diri saya. Lagian kita bukan muhrim!!. Bintang yang dibentak seperti itu oleh dinda merasa geram lalu ia memojokkan tubuh dinda ke meja dapur. Sambil mencengkram dinda bintang berucap “ jangan sok suci sayang, aku sudah berhak atas tubuhmu. Ayahmu sudah menjual kamu kepada saya. Kalau pun saya mau saya bisa melakukannya sekarang. Namun, karna saya menghargai anda, sehingga satu minggu lagi kita menikah". Bintang melepas cengkraman didepan muka dinda dan beralih pergi. Namun sesaat ia membalikan badannya lagi dan berkata “ ingat jangan coba coba anda kabur. Kalau anda sampai kabur eujung dunia pun saya bisa menemukan anda!!. Oh ya nanti sore kita akan fitting baju, nanti sore kamu akan dijemput oleh asisten saya.” "Dimanapun kita berada, kita harus bisa menjaga harkat martabat seseorang." " jika kita ingin dihargai, maka harus menghargai orang lain dahulu."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD