Ultimatum Tamma

1833 Words

Hening. Semoga saja Nyonya Kalina tidak tersinggung. "Saya minta maaf." Ayana mengangkat wajahnya. "Kenapa kau meminta maaf?" Kening Karlina berkerut. Merasa bingung. "Sebenarnya saya juga tidak tau kenapa Tuan Galak itu membenci saya." Ayana menggigit bibir bawahnya. Bingung harus memulainya dari mana. "Oiya, saya juga sebenarnya ingin tahu kenapa kau memanggilnya seperti itu." "Itu karena dia suka membentakku. Jadi aku panggil aja begitu." "Suka membentakmu? Sejak kapan?" Kening Kalina berkerut dalam. Banyak pertanyaan yang melintas di pikirannya saat ini. Meraba - raba apa sebenarnya yang terjadi antara Rasya dan gadis ini. Apakah sejaj awal mereka memang sudah merasa tidak cocok sehingga harus bertengkar seperti itu. Ayana menghela nafas, "Huft..., sejak pertama bertemu denganny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD