Florencia melirik ke arah kakaknya yang sedang berjalan di sampingnya. Sejak kejadian kecelakaan seminggu yang lalu, Fitz menjadi aneh di mata Florencia. Kakaknya itu menjadi parnoan dan memerintahkan dua orang pengawal untuk selalu berada di dekatnya. Jika cowok itu tidak sibuk, Fitz lah yang akan menemani Florencia ke mana pun cewek itu ingin pergi. Seperti saat ini, ketika Florencia pergi ke mall karena ingin berbelanja kebutuhannya. “Mm, Bang,” panggil Florencia dengan nada ragu. Senyumannya terlihat kikuk karena dia bingung bagaimana harus memulai percakapannya ini. “Hm?” “Eh, anu... itu....” Florencia menggaruk pipinya dengan menggunakan jari telunjuk. “Abang kenapa jadi suruh orang buat ngawal gue terus semenjak kecelakaan waktu it

