Seperti yang sudah disepakati oleh Fania dan Devan. Kini Fania berkunjung ke apartemen milik Karina. Setelah menempuh jarak kurang lebih tiga puluh menit. Fania akhirnya sampai di kediaman sahabatnya. Karina langsung menyambut kedatangan Fania dengan antusias. “Ya ampun, Rin. Gue capek banget, njir. Jalanan macet banget, g**a!” Fania duduk di sofa ruang tengah sembari mengipas kipas wajahnya dengan telapak tangan. “Yaelah, cuman tinggal duduk doang di mobil. Bilang capek! Capek tuh menyetir sendiri, baru capek!” gerutu Karina dengan menuangkan jus jeruk ke gelas. Lalu ia sodorkan ke Fania. Fania menerima, tanpa berucap ia langsung menenggak abis jus jeruk buatan Karina itu. “Haus? Apa doyan?” ledek Karina. “Dua-duanya.” Karina tersenyum. “Tumben lo ke sini? Ada apa?” tanya Ka

